Pemprov Gorontalo dorong pembangunan BLK tingkatkan kompetensi naker - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo terus mendorong pembangunan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memperluas akses pelatihan dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja (naker) di daerah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan pembangunan UPTP BLK Gorontalo mendapat dukungan anggaran Rp75 miliar dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
“UPTP BLK Gorontalo sangat penting untuk memperkuat pelatihan vokasi dan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujar Gusnar, Kamis.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong penyelesaian proses hibah lahan sebagai salah satu tahapan pembangunan fasilitas pelatihan kerja tersebut.
Gusnar berharap dukungan anggaran pemerintah pusat dapat segera direalisasikan setelah proses hibah lahan difinalisasi.
Ia mengatakan keberadaan UPTP BLK nantinya dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat Gorontalo untuk memperoleh pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi.
“Fasilitas ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal,” katanya.
Selain dukungan dari Kementerian Ketenagakerjaan, pembangunan UPTP BLK Gorontalo juga mendapat dukungan melalui program Listraf yang didukung Bank Dunia.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor menyampaikan dukungan kementeriannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo membangun sarana pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di daerah.
Ia mengatakan sinergi pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memperkuat ekosistem pelatihan vokasi serta meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap pembangunan UPTP BLK dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan pencari kerja, pekerja, calon tenaga kerja, serta dunia usaha dan industri.
Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.