Pemprov DKI segera tangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera menangani SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.

“Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral. Jakarta begitu luas, sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan. Jadi, untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di kawasan Jakarta Selatan, Selasa.

Diketahui, empat kelas dan satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan tepatnya Jalan K.H. Ismail telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.

Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 09.08 WIB, gerbang masuk sekolah nampak digembok dan dibukakan seorang satpam untuk bisa masuk.

Suasana di sekolah nampak lengang dan tak ada aktivitas antara guru bersama siswa. Padahal sekolah itu terdapat di dalam kawasan pemukiman warga.

Terlihat robohan bangunan di sebelah kanan sekolah mulai dari atap genteng dan tiang penyangga berjatuhan menimpa peralatan sekolah seperti lemari, meja dan bangku.

Kondisi ruangan sudah tidak layak dan berbahaya jika melaksanakan aktivitas belajar mengajar. Orang yang berdatangan harus berjalan berhati-hati lantaran banyak puing yang berjatuhan di lantai.

Atribut sekolah juga terlihat terbengkalai mulai dari buku dan topi yang berada di lantai sekolah.

Baca juga: Empat kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi roboh selama dua tahun

Baca juga: Penyebab tembok roboh SDN Tebet Barat 08 karena faktor usia bangunan

Baca juga: Tembok sekolah roboh, Wali Kota minta pelaksana proyek tanggung jawab

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.