Pemprov-BI kolaborasi jaga stabilitas harga barang di Papua Pegunungan
Pemprov-BI kolaborasi jaga stabilitas harga barang di Papua Pegunungan
Rabu, 2 September 2026 10:19 WIB
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Pegunungan Lukas W Kossay (tengah) didampingi Kepala Perwakilan BI Papua Warsono (kiri) dan Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Tinggal Wusono (kanan) menabuh tifa dibukanya kegiatan high level meeting dan capacity building TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya, Selasa (1/9) 2026.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan (Papeg) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua berkolaborasi menjaga stabilitas harga barang dan kemandirian pangan di provinsi tersebut.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papeg Lukas W Kossay di Wamena, Selasa, mengatakan high level meeting atau rapat koordinasi tingkat tinggi yang dihadiri oleh para pimpinan atau pejabat penting di Pemprov Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya sangat penting untuk mengambil keputusan strategis dalam sektor ekonomi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini ada sebuah kebijakan dalam rangka menjaga stabilitas harga barang dan kemandirian pangan di Papua Pegunungan sehingga dapat menurunkan inflasi di daerah ini,” katanya pada pembukaan high level meeting dan capacity building TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Lukas, berdasarkan data inflasi, Papua Pegunungan mengalami dinamika yang cukup kompleks di mana pada bulan Juli 2026 inflasi tahunan (year on year/y-o-y) mencapai 4,64 persen dari bulan sebelumnya mencapai 7,84 persen tertinggi se-Indonesia.
“Sementara target inflasi nasional seharusnya kita berada di kisaran 2,5 kurang lebih 1 persen. Hal ini mendorong urgensi kita semua untuk bersama-sama menyusun strategi pengendalian inflasi,” ujar dia.
Dia menjelaskan cakupan tersebut tidak hanya sebatas menjaga kecukupan kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan produktivitas petani lokal, tetapi juga kewaspadaan terhadap ketidakpastian cuaca oleh BMKG dan memahami bagaimana fenomena inflasi di Papua Pegunungan.
“Selain itu dengan adanya perwakilan Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan menjadi kesempatan bagi kita semua dalam memahami optimalisasi APBD untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Papua Pegunungan. Sebagai bentuk mitigasi, kita perlu penguatan kemandirian pangan lokal, salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian yang dapat menguatkan pemenuhan kebutuhan pangan di Papua Pegunungan,” katanya.
Dia menambahkan namun dalam perkembangannya saat ini wilayah Papua masih bergantung pada pasokan dari luar Papua Pegunungan.
“Mari bersama-sama kita mengawal penguatan pangan lokal sembari perlahan kita kurangi ketergantungan terhadap wilayah lain. Tuhan telah memberikan tanah Wamena penuh dengan kekayaan alam yang melimpah dan begitu subur, mari kita optimalkan potensi tersebut agar kita bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Papua Pegunungan,” ujar dia.
Dia berharap melalui sinergi TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui kestabilan harga yang terjangkau.
“Selain itu dalam kegiatan seperti ini kita bisa perkenalkan inovasi dan kreativitas pengendalian inflasi di Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya dalam pelaporan kinerja ke tim pengendalian inflasi pusat melalui ajang TPID awards,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Warsono pihaknya memfasilitasi kegiatan high level meeting dan capacity building TPID Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayawijaya sebagai langkah konkret dalam merumuskan upaya pengendalian inflasi daerah khususnya terhadap dinamika inflasi Papua Pegunungan yang relatif tinggi di bulan Juni 2026.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026