Pemkot Sorong anggarkan Rp45 miliar bangun Pasar Sentral Remu - ANTARA News Papua Tengah

Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, mengalokasikan anggaran sekitar Rp45 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk tahap awal pembangunan Pasar Sentral Remu yang direncanakan menjadi pasar modern berkapasitas dua lantai.

Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim di Sorong, Selasa, mengatakan anggaran tersebut merupakan tahap pertama dari total kebutuhan pembangunan Pasar Sentral Remu yang diperkirakan mencapai Rp180 miliar.

"Mengenai pembangunan pasar, tahun ini di APBD induk sudah dianggarkan kurang lebih Rp45 miliar. Itu tahap pertama. Kemudian tahap-tahap selanjutnya akan terus dianggarkan sampai selesai," katanya.

Ia mengatakan pembangunan Pasar Sentral Remu merupakan bagian dari rencana pemerintah daerah untuk menata kawasan pasar sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan masyarakat.

Sebelum pembangunan pasar permanen dilakukan, Pemkot Sorong saat ini menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang Pasar Remu.

Anshar mengatakan pembangunan lapak sementara di kawasan Kilometer 10 telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai sehingga pedagang dapat mulai dipindahkan pada Oktober 2026.

"Sekarang sudah dibangun lapak-lapak sementara di depan Jupiter Kilometer 10. Sepertinya sekarang sudah tahap 80 persen penyelesaiannya. Dipastikan Oktober para pedagang sudah pindah dari Pasar Remu ke pasar sementara di Kilometer 10," ujarnya.

Menurut dia, setelah proses relokasi pedagang selesai, pembangunan Pasar Sentral Remu akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah.

"Pasar Sentral Remu nantinya direncanakan memiliki konsep pasar modern dengan bangunan dua lantai," ujarnya.

Dia berharap pembangunan tersebut dapat meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah itu.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.