Pemkot Medan ajak perusahaan ritel perluas pasar UMKM Kota Medan - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara mengajak perusahaan ritel seperti Indomaret untuk memasarkan produk usaha mikro, kecil menegah (UMKM) wilayah itu guna memperluas pasar dan berdaya saing.

"Kami mengajak Indomaret untuk berkolaborasi memberi porsi lebih besar bagi produk UMKM unggulan lokal Medan masuk di gerai-gerainya. Langkah ini guna memperluas pasar usaha lokal sekaligus membanggakan identitas Kota Medan di kancah ritel modern," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas usai menerima Manajemen Indomaret di Medan, Kamis.

Rico Waas menyebut produk UMKM di wilayah itu yang telah masuk di perusahaan tersebut tergolong sedikit atau hanya sekitar 15 persen.

Ia berharap perusahaan ritel seperti Indomaret dapat kembali mempertimbangkan untuk menambah produk-produk UMKM kebanggaan wilayah itu.

"Kalau bisa ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen. UMKM itu adalah karakter dan identitas kota ini," kata dia.

Dalam mendukung UMKM masuk ritel, Rico Waas mengatakan pemerintah yang dipimpinnya bakal memfasilitasi dan mendampingi para pelaku UMKM agar produk lokal memenuhi standar ritel modern.

Ia memastikan produk tersebut telah melakukan tahap kurasi yang ketat sehingga kualitasnya, izinnya dan sertifikasi halal-nya terpenuhi.

"Bahwa kuantitas harus berjalan seiring dengan kualitas," sebut dia.

Oleh karena itu, ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan UMKM Kota Medan yang mampu memperluas pasar serta berdaya saing dengan produk-produk lainnya.

"Kami tentu bangga sekali jika produk-produk UMKM lokal Medan dipajang dan dipasarkan di gerai Indomaret," ujarnya.

Branch Manager Indomaret Yonanta Kusuma menyambut itikad Wali Kota Medan dalam memperluas pasar UMKM Kota Medan.

"Kami butuh dukungan Pemerintah Kota Medan," ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.