Pemkot Kupang gandeng Bank Mandiri Taspen digitalisasi transaksi pasar
Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggandeng Bank Mandiri Taspen untuk mendorong digitalisasi retribusi dan transaksi pedagang di pasar guna memperkuat tata kelola dan transparansi penerimaan daerah.
“Digitalisasi harus berujung pada mempermudah manusia, membuat para pedagang merasa terlayani dengan cepat, dan membuat kebocoran PAD bisa diminimalkan,” kata Wali Kota Kupang Christian Widodo di Kupang, Rabu.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak bisa menghadapi perubahan zaman dengan cara kerja lama. Karena itu, kolaborasi dengan sektor perbankan diperlukan untuk mempercepat transformasi pelayanan publik.
Menurut dia, pasar merupakan bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat sehingga pengelolaannya harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Christian menegaskan, digitalisasi tidak boleh berhenti pada penggunaan aplikasi atau sistem pembayaran elektronik. Teknologi harus memberikan manfaat langsung kepada manusia, terutama masyarakat yang menjadi pengguna layanan pemerintah.
“Teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya harus manusia. Jangan sampai teknologi menyebabkan ada yang tertinggal,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta proses transformasi digital pasar tetap dibarengi sosialisasi dan edukasi kepada pedagang.
Perubahan sistem, kata dia, harus dibuat sederhana dan mudah digunakan agar tidak justru menciptakan hambatan baru.
Ia juga berharap digitalisasi dapat memperkuat pengawasan terhadap penerimaan daerah.
Baca juga: BI Lampung: Tulangbawang pelopori pembayaran digital retribusi pasar
Baca juga: Bank Mandiri terapkan e-retribusi di pasar tradisional Bali
Sementara itu, Direktur Funding (Retail and Network) Bank Mandiri Taspen Rizky Olyvia Nasution mengatakan kerja sama dengan Pemkot Kupang merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun pengelolaan pasar yang lebih efektif, transparan dan aman.
Salah satu dukungan yang disiapkan Bank Mandiri Taspen adalah pemanfaatan virtual account untuk pembayaran sewa tahunan lapak dan kios.
Sistem tersebut memungkinkan pembayaran dilakukan melalui kanal perbankan sekaligus membantu meningkatkan akurasi pencatatan dan mempercepat proses rekonsiliasi penerimaan.
“Digitalisasi pasar bukan berarti menghilangkan karakter pasar. Justru digitalisasi memperkuat pasar agar semakin tertib, inklusif, kompetitif dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Kupang Lohot Jon Piter Sidabutar menambahkan, kerja sama dengan Perumda Pasar menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pasar di Kota Kupang.
Saat ini, Perumda Pasar mengelola 10 pasar yang tersebar di wilayah Kota Kupang. Digitalisasi diharapkan dapat menjadi fondasi bagi sistem pengelolaan transaksi yang lebih terintegrasi.
Selain virtual account, Bank Mandiri Taspen juga menawarkan sejumlah layanan digital untuk mendukung transformasi tersebut, antara lain e-risk, Mandiri Cash Management (MCM), dan mobile banking.
Baca juga: Pemkab Bantul fasilitasi pedagang pasar tradisional gunakan QRIS
Baca juga: Pengamat nilai digitalisasi kunci transformasi pasar tradisional
Baca juga: Indef: Dorong digitalisasi KDMP untuk perluas jangkauan pasar
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.