◐

Pemkot Batam: BKK bantu salurkan lulusan SMK terserap industri

Pemkot Batam: BKK bantu salurkan lulusan SMK terserap industri

Rabu, 7 Oktober 2026 16:16 WIB

Image Print

Anak SMKN 5 Batam melakukan praktek welding atau pengelasan saat kelas di Batam, Kepri, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Kepulauan Riau, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyebut Bursa Kerja Khusus (BKK) di satuan pendidikan menjadi cara agar tenaga kerja lokal dapat terserap oleh dunia usaha dan dunia industri secara terarah dan sesuai kompetensi.

Kepala Disnaker Batam Yudi Suprapto mengatakan BKK menjalankan sejumlah mekanisme, mulai dari pemetaan profil lulusan, pencocokan kompetensi dengan kebutuhan jabatan hingga kolaborasi langsung dengan perusahaan untuk memperoleh informasi lowongan kerja.

“Penyerapan tenaga kerja di BKK untuk para alumninya dilakukan melalui job matching, pemetaan lulusan, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri untuk proses rekrutmen,” kata Yudi di Batam, Rabu.

Kolaborasi dengan perusahaan memungkinkan BKK memperoleh informasi kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempertemukan lulusan dengan pemberi kerja.

Dengan mekanisme tersebut, kata dia, lulusan tidak hanya memperoleh informasi lowongan, tetapi dapat langsung mengikuti proses rekrutmen sesuai kompetensinya.

Yudi mengatakan Pemkot Batam juga memiliki target penyerapan tenaga kerja lokal melalui komitmen 30 perusahaan yang difasilitasi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Perusahaan tersebut berkomitmen mengalokasikan sedikitnya 20 persen dari kebutuhan tenaga kerja bagi warga lokal.

“Artinya mereka punya KTP Batam, kemudian lulusan sekolah Batam, termasuk SMK, itu diutamakan. Bukan berarti yang dari luar tidak boleh, tetapi tetap melihat kebutuhan perusahaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Beberapa contoh sekolah dengan BKK yakni SMK Negeri 3, 4 dan juga swasta seperti SMK Maitreyawira dan Kartini. Contoh penerapan BKK dapat dilihat melalui BKK di SMK Negeri 5 Batam.

Kepala SMK Negeri 5 Batam Hendra Debeny mengatakan sekolah secara rutin menerima permintaan tenaga kerja dari perusahaan yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim BKK.

“Biasanya pihak perusahaan atau industri menyurati SMK Negeri 5 Batam tentang lowongan. Nanti tim BKK berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk menentukan agenda, jurusan apa saja yang dibutuhkan, kemudian tim HRD datang ke sekolah,” kata Hendra.

Proses rekrutmen dilakukan langsung di sekolah melalui tes tertulis dan wawancara.

Siswa yang dinyatakan diterima kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses administrasi sebelum menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan.

Hendra mengatakan dari sekitar 1.800 siswa per angkatan di sekolahnya, rata-rata 75 persen lulusan terserap oleh industri di Batam.

Sebagian besar bekerja di Batam, termasuk di kawasan industri Tanjung Uncang, Muka Kuning, dan Batamindo.

“Rata-rata di SMK Negeri 5 sampai 75 persen sudah terserap oleh industri. Kami punya data tracking, jadi setelah mereka lulus juga terus kami data,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan BKK membantu memperpendek jalur antara sekolah dan industri karena siswa tidak harus mencari informasi lowongan secara mandiri.

“BKK itu salah satu program pemerintah yang sangat bagus karena menyalurkan lowongan kerja langsung ke sekolah. Jadi anak-anak tidak perlu mencari lowongan ke mana-mana lagi,” katanya.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.