Pemkot Balikpapan pastikan pelayanan dasar tetap berjalan normal - ANTARA News Kalimantan Timur

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, memastikan berbagai program pelayanan dasar kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah penyesuaian transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo di Balikpapan, Rabu, mengatakan penyesuaian anggaran tersebut tidak berdampak signifikan terhadap layanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

"Yang paling penting adalah kewajiban belanja wajib (mandatory spending) terkait sektor pendidikan dan kesehatan tetap terpenuhi," kata Bagus.

Menurut dia, program prioritas tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan, seperti pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembangunan sekolah, BPJS Kesehatan Kelas 3 gratis, seragam sekolah untuk anak-anak, pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas, hingga beasiswa bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Bagus menjelaskan penyesuaian TKD lebih terasa pada sektor infrastruktur. Meski demikian, sejumlah program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat tetap mendapatkan alokasi anggaran, meskipun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Memang ada pengaruh terhadap pembangunan infrastruktur, tetapi perbaikan drainase dan pelayanan air bersih tetap kami sentuh melalui anggaran yang tersedia. Mungkin belum bisa maksimal, namun tetap menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya.

Ia juga memastikan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetap terjaga. Pemkot tidak melakukan pengurangan gaji maupun tunjangan kinerja sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Gaji ASN dan PPPK tidak berkurang, tunjangan kinerja juga tetap diberikan. Ini menjadi salah satu prioritas pemerintah karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dengan baik,” kata Bagus.

Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi keuangan daerah karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disusun dengan prinsip keseimbangan antara pendapatan dan belanja sehingga penyesuaian tetap memungkinkan program prioritas terlaksana.

Bagus menyebut Pemkot Balikpapan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait kebutuhan daerah, termasuk penyesuaian TKD yang memengaruhi ruang fiskal.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan dua rumah sakit di Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur, Bagus memilih belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Di tengah tantangan fiskal, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan pelayanan publik dan memastikan masyarakat tetap memperoleh hak dasar secara adil dan berkelanjutan.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.