Pemkot Ambon berkomitmen prioritaskan peningkatan kualitas dan pemerataan guru - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku memprioritaskan peningkatan kualitas serta pemerataan guru di seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah itu.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Kamis, mengatakan guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan, sehingga peningkatan kompetensi dan pemerataan tenaga pendidik menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota Ambon memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan mutu pendidikan, dengan guru sebagai pemegang peran strategis. Peningkatan kualitas guru serta pemerataan penyebaran guru di sekolah-sekolah menjadi prioritas utama,” kata Bodewin saat membuka Konferensi Kerja I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ambon Masa Bakti XXIII Tahun 2026 di Ambon.

Ia mengatakan upaya peningkatan mutu pendidikan juga perlu didukung melalui penguatan organisasi profesi seperti PGRI sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan guru sekaligus meningkatkan kualitas anggotanya.

Menurut Bodewin, Pemerintah Kota Ambon berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi organisasi profesi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehingga dapat direspons dan ditindaklanjuti secara cepat.

“Pemerintah Kota Ambon hari ini sangat responsif dan berusaha membuka akses seluas-luasnya kepada setiap organisasi profesi, termasuk PGRI, untuk menyampaikan permasalahannya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan capaian pendidikan Kota Ambon saat ini masih berada pada status Tuntas Pratama. Pemerintah daerah menargetkan capaian tersebut dapat ditingkatkan menjadi Tuntas Madya dalam waktu dekat.

Bodewin berharap Konferensi Kerja I PGRI Kota Ambon dapat dimanfaatkan untuk merumuskan program kerja yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon.

“PGRI, sebagaimana organisasi profesi lainnya, dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan anggotanya sekaligus membina dan meningkatkan kualitas guru,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bodewin juga melantik dan mengukuhkan Lisa Wattimena sebagai Bunda Guru Kota Ambon.

Lisa Wattimena mengatakan penetapan sebagai Bunda Guru bukan sekadar gelar, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan dan memperhatikan kepentingan para guru di Kota Ambon.

“Bagi saya ini bukan soal gelar yang disandangkan di bahu saya, tetapi saya maknai ini adalah tanggung jawab moral dan bentuk ikatan batin serta komitmen bersama untuk PGRI dan semua guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Ambon,” kata Lisa.

Ia mengaku sebagai Bunda Guru Kota Ambon, dirinya berkomitmen menjadi pelindung, pengayom, dan motivator bagi para guru, termasuk turut memperhatikan kesejahteraan profesi guru.

Lisa juga mengingatkan para guru untuk menjaga citra, harkat, martabat, dan integritas profesi sebagai pendidik sekaligus teladan bagi peserta didik.

“Saya ingin berpesan untuk guru-guru di Kota Ambon agar tetap menjaga citra sebagai guru. Harkat, martabat, serta integritas guru tetap dijaga sebagai pendidik yang adalah role model bagi anak-anak di Kota Ambon,” ucapnya.

Ia berharap seluruh guru dapat terus menjaga profesionalisme, sehingga bersama-sama mewujudkan generasi emas di Kota Ambon.

Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.