Pemkab Yapen awali Gerakan Genting di Distrik Kepulauan Ambai
Pemkab Yapen awali "Gerakan Genting" di Distrik Kepulauan Ambai
Jumat, 17 Juli 2026 15:19 WIB
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay saat melakukan penimbangam badan anak di Puskesmas Reradumpi, Distrik Kepulauan Ambai, Kepulauan Yapen, Papua, Kamis (16/7). ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Yapen
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen, Papua mengawali pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Distrik Kepulauan Ambai sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen Cyfrianus Yustus Mambay dalam siaran pers di Jayapura, Jumat, mengatakan Gerakan Genting merupakan tindak lanjut dari peluncuran oleh pemerintah daerah pada beberapa waktu lalu.
"Pada Kamis (16/7) kami mulai sosialisasi dan pemberian bantuan dari Puskesmas Reradumpi, Distrik Kepulauan Ambai dimana ini bukan hanya program pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan demi memastikan anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat," katanya.
Menurut Cyfrianus, bantuan yang diberikan di antaranya makanan pendamping ASI (MPASI), susu sesuai kelompok usia, telur, kacang hijau, gula, serta bahan pangan bergizi lainnya.
"Kami menyerahkan bantuan gizi kepada keluarga yang memiliki ibu hamil, menyusui serta anak di bawah dua tahun (baduta), dan balita berisiko stunting," ujarnya.
Dia menjelaskan keberhasilan dalam menurunkan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
"Oleh sebab itu, seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, hingga badan usaha milik daerah (BUMD) ditugaskan menjadi orang tua asuh bagi ibu hamil, ibu menyusui agar intervensi gizi dapat dilakukan secara berkelanjutan," katanya.
Dia menambahkan selain penyaluran bantuan pangan bergizi, pelaksanaan Gerakan Genting juga diisi dengan pengukuran ulang tinggi dan berat badan balita, edukasi penyusunan MPASI kepada orang tua, pemantauan sanitasi lingkungan, serta evaluasi pertumbuhan anak secara berkala oleh tenaga kesehatan.
"Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Untuk itu, anak-anak yang didampingi hari ini adalah generasi yang akan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI)," ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026