Pemkab Sidoarjo percepat pembangunan rumah pompa jelang musim hujan - ANTARA News Jawa Timur
Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat pembangunan rumah pompa Sidokare demi mencegah banjir menghadapi musim hujan di wilayah setempat.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Senin, menyatakan rumah pompa tersebut ditargetkan akan selesai dan dapat beroperasi pada Desember 2026.
"Kami meminta kontraktor untuk mempercepat pembangunan dari target bulan Desember, karena ini sudah mendekati musim hujan,” kata Mimik.
Ia menilai pekerjaan tersebut perlu dikebut mengingat saat ini pekerjaan baru mencapai tahap pemancangan mini pile lantai rumah pompa, meski progres tercatat surplus 0,8 persen.
Ia meminta Inspektorat Sidoarjo memperketat pengawasan proyek yang ditandatangani pada 28 Agustus 2026 tersebut, serta memanggil pengawas dan kontraktor untuk memastikan pembangunan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) secara profesional.
Mimik mengingatkan kontraktor agar memperhatikan kekuatan dan fungsi bangunan serta menyatakan sanksi daftar hitam dapat diberikan apabila pekerjaan tidak diselesaikan sesuai ketentuan.
Sementara itu Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo Herwindo Widiyanto mengatakan rumah pompa tersebut akan mendapatkan tambahan satu pompa berkapasitas 1.000 liter per detik.
Dengan tambahan tersebut, Herwindo menjelaskan rumah pompa Sidokare nantinya memiliki kapasitas penyedotan hingga 1.200 liter per detik untuk mempercepat pengurangan genangan di kawasan Kecamatan Sidoarjo.
Ia menyebutkan peningkatan kapasitas juga dilakukan pada rumah pompa Lippo dan Banjarpoh, sementara sekitar 38 titik rumah pompa di Sidoarjo telah disiagakan dan rutin menjalani perawatan serta pengecekan fungsi.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.