Pemkab Penajam usulkan penambahan biosolar untuk hindari kelangkaan akhir tahun - ANTARA News Kalimantan Timur
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengajukan usulan tambahan jatah atau kuota darurat bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis biosolar kepada PT Pertamina Patra Niaga guna menghindari kelangkaan menjelang akhir tahun.
"Tambahan biosolar subsidi diharapkan mampu mengurangi potensi kekurangan, terutama ketika permintaan mengalami kenaikan," ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro, Sabtu, ketika ditanya menyangkut pasokan BBM subsidi di Penajam.
Kuota biosolar subsidi Kabupaten Penajam Paser Utara meningkat dari 9.379 kiloliter (kl) pada 2025, menjadi 11.023 kl pada 2026, tetapi kebutuhan di kabupaten setempat semakin meningkat.
Tingginya kebutuhan energi di kabupaten dengan julukan Benuo Taka itu dipicu pesatnya aktivitas pembangunan infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah sekitar, serta kebutuhan sektor perikanan dan pertanian.
Tercatat hingga kini konsumsi biosolar sudah menembus lebih kurang 60 persen, jelas dia, sehingga pemerintah kabupaten kembali mengajukan usulan tambahan kuota darurat sekitar 2.000 kl.
"Pengajuan itu dilakukan agar pasokan biosolar tetap terjaga hingga akhir tahun," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyiapkan pola distribusi fleksibel dengan mempertimbangkan kebutuhan di seluruh wilayah, bukan hanya berdasarkan alokasi di tujuh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi di kabupaten setempat.
Perhitungan tidak dilakukan dengan melihat jatah setiap SPBU secara terpisah, tetapi mempertimbangkan ketersediaan dan pemakaian di seluruh wilayah, kata dia, sehingga dapat disesuaikan apabila terdapat SPBU masih memiliki sisa untuk titik lain yang mengalami peningkatan permintaan.
Mekanisme distribusi diperlukan agar penyaluran biosolar subsidi lebih merata dan dapat bertahan hingga penghujung tahun, pemerintah kabupaten juga melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memantau pola konsumsi di setiap wilayah.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.