Pemkab Pasaman Barat gencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan anak-perempuan
Pemkab Pasaman Barat gencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan anak-perempuan
Rabu, 5 Agustus 2026 18:29 WIB
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen saat mengadakan sosialisasi antisipasi kekerasan anak dan perempuan beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-DPPKBP3A).
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menggencarkan sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan mengingat tujuh bulan terakhir cukup tinggi mencapai 46 kasus.
"Kasus ini cukup tinggi dan perlu penanganan yang cukup serius. Sosialisasi akan terus kita gencarkan," kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Pasaman Barat Armen di Simpang Empat, Rabu.
Menurutnya dari 46 kasus itu dengan korban 65 orang terdiri dari perempuan 12 orang, anak laki-laki 24 orang dan anak perempuan 29 orang.
"Terhadap para korban itu telah kita lakukan pendampingan agar mental anak-anak tidak bertambah rusak," ujar dia.
Dari 46 kasus itu dia menyebutkan terdiri dari kekerasan fisik dan psikis terhadap 15 orang laki-laki, anak perempuan 10 orang dan perempuan delapan orang.
Lalu pelecehan seksual dengan korban anak perempuan 12 orang dan perempuan dua orang.
Kemudian eksploitasi seksual dan ekonomi terhadap anak perempuan empat orang dan terhadap perempuan satu orang.
"Juga ada penelantaran anak laki-laki sebanyak tiga orang, anak perempuan dua orang dan perempuan satu orang. Empat orang anak laki-laki yang berhadapan hukum dan bulllying terhadap dia anak laki-laki dan satu orang perempuan," ujar dia.
Dia menjelaskan dalam sosialisasi itu pihaknya melibatkan Pengadilan Agama Talu, Kantor Urusan Agama (KUA), Polres Pasaman Barat dan Dinas Pendidikan.
Selain itu juga mengharapkan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pengasuhan anak perlu terus diperkuat dalam upaya antisipasi terhadap kekerasan yang kapanpun bisa terjadi.