Pemkab Kutim perkuat pembinaan atlet melalui digitalisasi - ANTARA News Kalimantan Timur
Sangatta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperkuat pembinaan atlet melalui digitalisasi sistem pendataan dan tata kelola organisasi olahraga.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim melalui pembuatan sistem pendataan atlet digital.
“Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan KONI dalam membangun olahraga di Kutim,” ucap Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan di Sangatta, Senin.
Digitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan akurasi data atlet, mempermudah pemetaan potensi olahraga, serta mendukung penyusunan program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurutnya, ketersediaan basis data atlet yang tertata, akurat, dan dapat diperbarui secara berkala menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kebijakan serta kebutuhan pembinaan olahraga.
“Ini salah satu bentuk harmonisasi dan kerja sama yang begitu indah di antara kami di Dispora dengan KONI. Olahraga itu butuh kebersamaan dan harmonisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali dalam kompetisi. Lebih dari itu, olahraga juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kebugaran dan kesehatan masyarakat.
Basuki juga mengingatkan agar digitalisasi tidak berhenti pada pelatihan teknis maupun pembuatan aplikasi. Sistem yang dibangun harus dimanfaatkan secara konsisten untuk mendukung pembinaan atlet dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi digital dalam pengelolaan organisasi olahraga.
Sistem pendataan digital diharapkan dapat mengatasi kendala pendataan atlet yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan.
“Melalui digitalisasi, data atlet diharapkan dapat dikelola secara lebih terstruktur dan mudah diakses sesuai kebutuhan pembinaan olahraga,” katanya.
Selain pembenahan data, pelatihan pembuatan aplikasi dan website juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) KONI dan pengurus cabang olahraga (cabor).
Menurutnya, sistem pendataan yang terintegrasi dapat membantu pemetaan potensi atlet, pencatatan rekam jejak prestasi, hingga identifikasi kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
“Dengan demikian, pengelolaan informasi dan operasional organisasi olahraga dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” katanya.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.