Pemkab Kuningan hadirkan fasilitas Rumah Sayur untuk pangkas rantai distribusi - ANTARA News Megapolitan

Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghadirkan fasilitas Rumah Sayur di Perumda Aneka Usaha Daerah (PDAU) Kuningan sebagai upaya memperkuat rantai pasok pangan, memangkas jalur distribusi, serta memperluas akses pemasaran hasil hortikultura petani.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Kamis, mengatakan Rumah Sayur merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah agar petani memperoleh harga jual yang lebih baik, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan sayuran segar dengan harga yang terjangkau.

"Kami ingin memotong rantai distribusi yang selama ini mengurangi keuntungan petani, sehingga mereka memperoleh harga yang layak dan masyarakat mendapatkan produk berkualitas," katanya.

Menurut dia, Kabupaten Kuningan memiliki potensi pertanian yang besar karena didukung lahan subur dan sumber air yang memadai, sehingga diperlukan sistem distribusi yang mampu menghubungkan hasil panen dengan pasar secara lebih efisien.

Ia mengatakan keberadaan Rumah Sayur, dapat menjadi titik awal pengembangan pusat distribusi komoditas pertanian di wilayah Kuningan apabila model tersebut berjalan optimal.

"Kami ingin hasil pertanian Kuningan menjadi pilihan utama masyarakat sendiri. Dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan daerah, bahkan ke pasar yang lebih luas," ujarnya.

Dian juga mengajak pelaku usaha, seperti restoran, swalayan, dan jasa katering, untuk mengutamakan penggunaan hasil pertanian lokal melalui kemitraan dengan PDAU guna memperkuat ekonomi daerah.

Selain itu, pihaknya mengukuhkan mitra strategis PDAU yang terdiri atas kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, BUMDes, komunitas, dan pelaku UMKM untuk mendukung penguatan agribisnis daerah.

Pihaknya menargetkan penyerapan 15 hingga 20 ton hasil pertanian asal Kuningan setiap hari, kemudian komoditas itu akan dikumpulkan di gudang kawasan Ciloa sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Fikri Widyanugraha menilai kehadiran Rumah Sayur menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya tekanan inflasi komoditas pangan.

"Pengendalian inflasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan petani memperoleh kesejahteraan," katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RR. Yuli Sri Wilanti mengatakan kolaborasi pemerintah daerah, Rumah Tani Nusantara, dan jaringan logistik akan memperkuat distribusi hasil pertanian antardaerah.

Menurut dia, ekosistem yang dibangun melalui Rumah Sayur berpotensi menjadikan Kuningan sebagai salah satu pusat distribusi komoditas hortikultura di Jawa Barat.

“Program ini menjadi inspirasi bagaimana membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir yang mampu menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.