Pemkab Kubu Raya hidupkan aset mati untuk tingkatkan PAD - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menunjukkan pola pembangunan berbasis kreativitas dan gotong royong dengan menghidupkan kembali aset yang sebelumnya kurang termanfaatkan menjadi ruang publik bernilai ekonomi tanpa mengandalkan anggaran besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Konsep tersebut diwujudkan melalui penataan kawasan Tugu Langsat di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, yang kini menjadi ruang interaksi masyarakat," kata Bupati Kubu Raya Sujiwo dalam keterangan yang diterima di Pontianak, Senin.

Ia mengatakan pembangunan tidak selalu harus dimulai dengan membangun fasilitas baru dari nol. Menurut dia, aset yang sudah tersedia dapat memberikan manfaat besar apabila dikelola dengan inovasi dan sentuhan sederhana.

"Tidak perlu selalu membangun dari awal. Yang penting bagaimana aset yang sudah ada bisa kita hidupkan kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar dia.

Ia mengungkapkan revitalisasi Tugu Langsat dilakukan melalui pemasangan lampu, pengecatan, serta penataan taman dengan mengedepankan semangat gotong royong sehingga mampu menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

"Modalnya hanya lampu, pengecatan, dan taman. Hampir tidak menggunakan anggaran APBD, tetapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat," katanya.

Menurut Sujiwo, pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menghadapi keterbatasan anggaran, namun tetap mampu menghadirkan fasilitas yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ia berharap ruang publik Tugu Langsat tidak hanya menjadi tempat berkumpul warga, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain mendorong ekonomi lokal, Sujiwo ingin kawasan tersebut menjadi panggung kreativitas generasi muda dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti pertunjukan musik, tari, pencak silat, maupun kegiatan komunitas.

"Jadikan tempat ini panggung kreasi. Anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang seni, tari, musik maupun pencak silat harus diberi ruang untuk tampil," katanya.

Ia meminta masyarakat bersama pemerintah desa membentuk tim pengelola agar ruang publik tersebut tetap terawat, bersih, dan mampu menjadi pusat kegiatan masyarakat secara berkelanjutan.

Lebih lanjut ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus menerapkan konsep serupa di berbagai wilayah, yakni mengoptimalkan aset yang sudah tersedia agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat tanpa membutuhkan pembiayaan besar.

"Selama enam bulan ke depan pemerintah juga akan mendukung hiburan setiap malam Minggu agar masyarakat semakin ramai berkunjung. Harapannya ruang ini terus hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga," katanya.

Melalui optimalisasi aset dan kolaborasi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap ruang-ruang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat berubah menjadi pusat interaksi sosial, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.