Pemkab Dharmasraya bagikan ribuan masker antisipasi kabut asap

Pulau Punjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu, sebagai antisipasi dampak kabut asap yang menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dharmasraya Martin Efendi, di Pulau Punjung, mengatakan pembagian masker merupakan tindak lanjut arahan Bupati Annisa Suci Ramadhani sebagai respon pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

"Sesuai arahan Ibu Bupati, kita mengambil langkah-langkah penting dalam menghadapi kebakaran hutan dan mengantisipasi dampaknya, termasuk membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Ia mengatakan pembagian masker akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan hingga nagari (desa adat) melalui camat, sehingga masyarakat di daerah lain juga mendapatkan perlindungan.

Pemkab Dharmasraya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan, dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, kata dia

Terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu, ia mengatakan Pemkab Dharmasraya melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) menyiagakan personel serta peralatan pemadam kebakaran.

Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan jajaran TNI dan Polri, untuk mencegah dan menangani karhutla di lapangan, kata dia.

Selain itu, lanjut dia Pemda juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memicu karhutla serta memperburuk kondisi udara.

"Kita mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Mari bersama-sama mencegah karhutla demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan kita bersama," katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi mengatakan berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU, kualitas udara di Dharmasraya pada Rabu berada pada angka 125–130 dan masuk kategori tidak sehat.

"Nilai ter menunjukkan kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara," ujarnya.

Sebagai informasi dalam kategori ISPU nilai 101–200 termasuk kategori tidak sehat. Sementara nilai 0–50 masuk kategori baik, 51–100 sedang, 201–300 sangat tidak sehat, dan 301 atau lebih masuk kategori berbahaya.