Pemkab Bangka Barat-BBPOM kuatkan sinergi pengawasan produk beredar - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBOM) Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat sinergisitas dalam meningkatkan pengawasan produk yang beredar di masyarakat.
"Kerja sama dengan BBPOM Pangkalpinang ini akan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pengawasan obat dan makanan," kata Bupati Bangka Barat Markus di Mentok, Selasa.
Sebagai langkah awal, Pemkab Bangka Barat telah melakukan pertemuan dengan Kepala BBPOM Pangkalpinang untuk mengeratkan sinergi guna mendukung beberapa program yang akan dilakukan bersama-sama, antara lain pengawasan produk yang beredar di masyarakat, mempercepat proses perizinan, sekaligus memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima.
Dalam pertemuan bersama Kepala BBPOM Pangkalpinang itu, Bupati Markus menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin dapat semakin diperkuat sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjamin keamanan produk obat dan makanan yang beredar.
Selain itu, kerja sama dalam pengawasan, mempercepat layanan perizinan produk dan meningkatkan perlindungan kesehatan pada masyarakat juga menjadi agenda untuk bisa segera direalisasikan bersama.
"Kami sudah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pengawasan maupun pelayanan perizinan, agar aktif memberikan masukan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan," katanya.
Menurut dia, komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting untuk menemukan solusi atas setiap kendala sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
"OPD terkait harus terlibat aktif memberikan tanggapan maupun saran agar kita mengetahui kendala dan permasalahan yang sedang terjadi," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.