Pemkab Agam makamkan kerangka tengkorak korban bencana hidrometeorologi di TPU

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memakamkan tengkorak dan sebagian tulang manusia diduga korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Jumat siang.

Kepala Dinas Sosial Agam Villa Erdi di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan prosesi pemakaman dilakukan siang dan selesai sekitar pukul 11.30 WIB atau menjelang Shalat Jumat.

"Tengkorak dan sebagian tulang manusia disatukan dalam satu liang lahat," katanya didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Sosial Dinas Sosial Agam Hasneril.

Ia mengatakan tengkorak dan sebagian tulang manusia tersebut dijemput dari Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Untuk papan nama body part atau bagian tubuh bertulisan temuan di Salareh Aia Timur pada 25/8/2026.

"Sampel telah dikirim Rumah Sakit Bhayangkara Padang ke Jakarta dan informasi yang kita peroleh hasil identifikasi keluar satu bulan kedepan," katanya.

Sebelumnya, warga atas nama Zulmiati (40) menemukan tengkorak dan sebagian tulang manusia diduga korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025.

Kerangka tersebut ditemukan di pinggir sawah di Kampung Sikumbang, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah itu, tengkorak dan sebagian tulang manusia dievakuasi oleh Basarnas, Polres Agam, PMI Agam, Puskesmas Kayu Pasak dan lainnya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.

Lalu RSUD Lubuk Basung langsung membawa tengkorak dan sebagian tulang manusia ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

"Banyak pihak terlibat dalam evakuasi tengkorak dan sebagian tulang manusia tersebut. Kita hanya sebagai penyelenggaraan pemakaman," katanya.

Dengan dimakamkan satu tengkorak dan sebagian tulang manusia, maka total korban bencana hidrometeorologi dimakamkan di TPU Sungai Jaringan sebanyak 29 orang.