Pemerintah hadirkan perpustakaan kebudayaan hidupkan literasi budaya

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menghadirkan perpustakaan “Ranggawarsita” sebagai upaya untuk menghidupkan pengetahuan pada bidang kebudayaan.

“Ini akan terus berkembang, bisa menjadi salah satu tempat untuk mendapatkan referensi-referensi tentang kebudayaan termasuk dari masa lalu, masa kini dan juga yang sedang diteliti di masa yang akan datang,” ujar Menteri Kebudayaan saat meresmikan perpustakaan Ranggawarsita di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa, koleksi di perpustakaan ini merupakan produksi pemerintah.

Baca juga: NTB percepat pendokumentasian ribuan naskah kuno

“Dari Kementerian Kebudayaan dari zaman P&K, Depdikbud, Budpar dan buku-buku yang diterbitkan terkait kebudayaan dari berbagai penerbit termasuk fisik dan digital,” tambah dia.

Untuk buku fisik terdapat sekitar 14 ribuan koleksi, sementara untuk buku digital telah mencapai hampir 6.000 buku.

“Dan kita akan terus lakukan digitalisasi khususnya IP milik pemerintah atau milik kementerian kebudayaan sehingga bisa diakses oleh publik dari mana pun tempatnya,” katanya.

Baca juga: Perpusnas dorong Pariaman produksi buku konten lokal kebudayaan

Sementara untuk buku fisik, kata dia, bisa dibaca di tempat sebagai bahan referensi untuk riset, skripsi, tesis dan disertasi, dan juga untuk wartawan, serta penulis yang membutuhkan informasi tentang kebudayaan dan pemajuan kebudayaan.

“Kita akan terus memperbaiki dan mengakuisisi, mengoleksi termasuk yg diterbitkan Kemenbud saat ini dan yg ada memang ada di daerah, UPT, balai pelestarian daerah, tambah dia.

Pengunjung saat melihat koleksi perpustakaan Ranggawarsita di gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta (20/7/2026). ANTARA/Sinta

Baca juga: Pusat Kebudayaan China donasikan buku ke perpustakaan Alexandria Mesir

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz mengatakan, pihaknya telah menugaskan satu orang pustakawan untuk mengelola perpustakaan yang baru diresmikan.

Pihaknya juga telah mencatat perpustakaan tersebut dalam Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) sebagai bentuk dukungan agar perpustakaan dapat berfungsi dengan baik.

“Perpustakaan sekarang ini sudah bertransformasi jauh lebih dari itu dengan program yang kita sebut dengan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” katanya.

Baca juga: Komisi X DPR apresiasi upaya pemerintah tingkatkan literasi

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito mengatakan, pihaknya akan mendukung pengembangan perpustakaan Ranggawarsita melalui arsip yang diperlukan sehingga koleksi diharapkan semakin komprehensif.

“Arsip Nasional akan terus membantu mencari, menelusuri berbagai arsip yang mungkin diperlukan di dalam pengembangan perpustakaan ini ke depan,” kata Mego.

Baca juga: Bunda Literasi Sigi ajak penulis lokal dokumentasikan budaya daerah

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.