Pemda Penajam arahkan nelayan buat olahan ikan tangkapan saat kemarau - ANTARA News Kalimantan Timur

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengarahkan nelayan untuk membuat olahan ikan dari hasil tangkapan saat kemarau panjang, menyikapi penurunan tangkapan ikan para nelayan.

"Nelayan tidak bisa turun melaut dengan maksimal sepanjang kondisi cuaca panas atau kemarau, kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto, di Penajam, Sabtu.

Kondisi tersebut disertai angin kencang yang membuat gelombang laut tinggi, lanjut dia, kemarau berkepanjangan disertai angin kencang berdampak produksi ikan tangkap nelayan menurun, karena nelayan tidak bisa melaut dengan normal.

Terdata hingga Juli 2026, total produksi perikanan tangkap yang tercatat pada Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara baru mencapai 3.300 ton.

Catatan tahun sebelumnya pada periode yang sama produksi perikanan tangkap sekitar 5.000 ton, jelas dia, hingga akhir tahun hasil ikan tangkapan nelayan mencapai lebih kurang 6.672 ton.

Menyikapi penurunan hasil tangkapan ikan nelayan tersebut, pemerintah kabupaten setempat mengarahkan nelayan memanfaatkan hasil tangkapan menjadi olahan, seperti membuat ikan asin dan lainnya.

Pengolahan ikan hasil tangkapan menjadi ikan asin dan lainnya dapat berpengaruh pada nilai jual yang turut meningkat, kata dia, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari menutupi hasil tangkapan yang berkurang.

"Kondisi cuaca panas terik membuat proses pengeringan ikan menjadi lebih cepat," tambahnya.

Kabupaten Penajam Paser Utara, terdata memiliki sekitar 2.902 nelayan tergabung dalam 367 kelompok, serta kapal nelayan berbagai ukuran mencapai 2.505 unit, demikian Andi Trasodiharto.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.