Pelabuhan Kijing catat kinerja hingga TW- III 2026 tumbuh signifikan - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat mencatat kinerja operasional dan aktivitas perdagangan luar negeri hingga triwulan III 2026, dengan total ekspor mencapai 792.507 ton dan impor 328.806 ton.
“Terminal Kijing terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik dan perdagangan di Kalimantan Barat, terutama dalam mendukung aktivitas ekspor komoditas unggulan serta kebutuhan industri melalui layanan kepelabuhanan,” kata General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak Dewa Cipta Hadi saat media gathering bersama media di Kalimantan Barat, di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Rabu.
Berdasarkan data operasional Januari hingga September 2026, aktivitas ekspor melalui Terminal Kijing didominasi komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya, serta alumina.
China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan volume 206.747 ton, disusul Singapura sebanyak 102.928 ton dan Malaysia mencapai 98.904 ton. Selain itu, pengiriman komoditas juga menjangkau India, Arab Saudi, Mesir, serta sejumlah negara lainnya.
Sementara itu, aktivitas impor melalui Terminal Kijing mencapai 328.806 ton selama periode yang sama. Komoditas yang masuk antara lain caustic soda, metanol, dan pupuk untuk mendukung kebutuhan industri di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya.
China menjadi negara asal impor terbesar dengan volume 109.771 ton, diikuti Malaysia sebanyak 64.289 ton dan Rusia sebesar 39.618 ton.
Dewa mengatakan penguatan layanan kepelabuhanan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan konektivitas perdagangan, serta memperkuat peran pelabuhan dalam rantai pasok regional dan internasional.
Terminal Kijing merupakan terminal umum yang menjadi bagian dari pelabuhan utama dan resmi beroperasi sejak 9 Agustus 2022. Infrastruktur tersebut juga ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.
Dalam pengembangan layanan, Terminal Kijing didukung fasilitas bongkar muat, termasuk quay container crane, rubber tyred gantry, reach stacker, dan harbour mobile crane untuk menunjang kegiatan operasional.
Pada 2026, terminal tersebut juga mulai mengembangkan pelayanan peti kemas. Pelayanan perdana peti kemas tercatat pada 10 Juni 2026, sedangkan ekspor perdana peti kemas berlangsung pada 29 Juni 2026.
Pengembangan layanan tersebut diharapkan memperluas kapasitas pelayanan pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat daya saing komoditas Kalimantan Barat di pasar domestik maupun internasional.
Pewarta: Dedi
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.