Pecahkan Rekor Asian Para Games, Fadli Sumbang Emas Ketiga Indonesia
Jakarta -
Atlet para balap sepeda Indonesia, Muhammad Fadli Imammuddin, menampilkan performa gemilang saat tampil di ajang Asian Para Games 2026. Selain meraih emas, ia juga pecahkan rekor Asian Games.
Pria kelahiran Bogor itu berhasil menyumbangkan medali emas ketiga untuk Indonesia dan berhasil mencatatkan game record (GR).
Berlomba pada nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra, di Izu Velodrome Shizuoka, Jepang, Selasa (20/10/2026), Fadli sudah menunjukkan dominasinya sejak babak kualifikasi. Ia mencatatkan waktu tercepat, yakni 4 menit 50,169 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catatan itu sekaligus memecahkan rekor waktu tercepat di Asian Para Games sebelumnya milik pesaing utama, Wang Xian, dari China dengan unggul selisih waktu 1,863 detik.
Dominasi Fadli semakin terlihat ketika perebutan medali emas. Melawan Behrooz Farzad dari Iran, Fadli menang mudah dengan catatan overlap.
"Alhamdulillah hasil kerja keras tim dan semua pendukung dari NPC Indonesia. Satu tahun kerja keras khususnya untuk mempersiapkan Asian Para Games di Nagoya, bisa membuahkan hasil satu emas. Mudah-mudahan kita bisa jumpa lagi di kelas selanjutnya," ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya.
"Pastinya Kemenangan ini saya persembahkan untuk Indonesia, buat tim yang sudah kerja keras. Buat keluarga yang tidak henti-hentinya mendoakan saya," ungkapnya.
Ketenangan menjadi kunci Fadli untuk meraih emas dan memecahkan rekor.
"Harus tenang, karena yakin dengan catatan waktu yang saya miliki ketika berlatih dan track record saya sebelumnya. Apalagi ini 16 lap butuh ketenangan, mainset, percaya diri agar tidak kacau pikirannya. Kalau kacau pikirannya di kelas endurance ini pasti tidak akan konsisten," kata mantan pebalap Moto2 2013 ini.
Semakin spesial karena hasil ini menambah catatan gemilang Fadli di ajang Asian Para Games. Ia berhasil mencatatkan hattrick emas sejak Asian Para Games 2018.
Fadli meraih medali emas nomor individual pursuit C4 pada Asian Para Games 2018 dan Individual Time Trial C4-5 pada Asian Para Games 2022.
"Setelah ini saya berusaha menjadi atlet yang enjoy. Saya tidak mau dibebani oleh apapun, berlatih enjoy, balapan enjoy," kata dia.
Sementara itu, pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho mengungkapkan bahwa hasil ini sudah sesuai prediksi, meski sebelum mendarat di Nagoya timnya memiliki keraguan.
"Keraguannya waktu di Hangzhou (2022) lalu, Fadli kalah dua detik dari musuhnya Wang Xian. Dan dia sendiri tidak turun di Asian Para Games sekarang ini," katanya.
Lebih lanjut, Rizan puas dengan hasil yang sudah diraih tim para balap sepeda sejauh ini dengan mengantongi satu medali emas dan dua medali perunggu.
Medali perunggu diraih oleh Vanza Mifthahul Jannah dari nomor Individual Pursuit 4000 meter kategori B putri dan Sufyan Saori di nomor Individual Time Trial 1000 meter klasifikasi C4-5 putra.
"Hari berikutnya kami optimalkan karena beberapa nomor dikombinasi, sehingga kami hanya bisa mengoptimalkan mana yang ada dan kami simpan energi untuk pertandingan road berikutnya," kata dia.
Fadli merupakan atlet Asian Para Games Indonesia yang menjadi bagian Global Team Toyota Athletes (GTTA). Ini merupakan program Toyota Motor Asia (TMA) yang memberikan dukungan kepada tujuh atlet dari enam negara Asia Tenggara. Para atlet tersebut tidak hanya didukung untuk meraih prestasi di cabang olahraga masing-masing, tetapi juga didorong untuk memberikan kontribusi positif kepada komunitas melalui berbagai inisiatif yang menginspirasi masyarakat di luar arena kompetisi.
(mcy/aff)