PBSI Tolak Komentari Isu Pelanggaran Pasangan Ganda Campuran Jelang Kejuaraan Dunia
Pasangan Adnan/Indah (peringkat 24 dunia) lebih dulu resmi mengundurkan diri dari daftar peserta per 13 Juli 2026. Disusul oleh pasangan Jafar/Felisha (peringkat 13 dunia) pada 29 Juli 2026.
Mundurnya dua ganda campuran potensial Indonesia menjelang kejuaraan yang dihelat pada 17–23 Agustus 2026 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India tersebut memicu berbagai spekulasi publik.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, PP PBSI melalui Sekretaris Jenderal, Ricky Soebagdja, memberikan klarifikasi serta sanggahan tegas.
PBSI menegaskan bahwa penarikan ini merupakan langkah penyesuaian organisasi demi memastikan keikutsertaan atlet berjalan sesuai mekanisme regulasi BWF sekaligus menghormati independensi hukum olahraga yang sedang berjalan.
"PP PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026," kata Ricky.
"Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku."
Terkait kabar penyelidikan oleh BWF, PBSI membenarkan adanya proses peradilan independen (judicial proceedings) yang sedang berlangsung terhadap dugaan pelanggaran integritas oleh beberapa pebulutangkis Indonesia.
https://akurat.co/badminton/879271/pebulutangkis-indonesia-diduga-lakukan-pelanggaran-jelang-kejuaraan-dunia-pbsi-hormati-proses-independen-bwf
Namun, PBSI membantah spekulasi liar dan meminta semua pihak menyikapi situasi ini secara bijak tanpa langsung memvonis atlet tertentu.
"PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulutangkis," jelasnya.
"Sesuai ketentuan, PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang berlangsung dengan atlet tertentu hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF."
Meski kehilangan dua pasangan tersebut, Indonesia dipastikan tetap menyiagakan kekuatan ganda campuran di New Delhi. Skuad Merah Putih bakal diwakili oleh Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang naik mengisi daftar utama dari posisi cadangan.
Di luar dinamika persaingan tim bulutangkis Indonesia, pihak penyelenggara lokal di New Delhi berbenah masif guna memastikan Kejuaraan Dunia BWF 2026 berjalan mulus.
Hal ini menjadi perhatian khusus BWF mengingat gelaran India Terbuka di kota yang sama pada awal tahun sempat diwarnai keluhan cuaca ekstrem, kotoran burung, hingga masuknya hewan liar ke area latihan.
Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund, menyampaikan bahwa Asosiasi Bulutangkis India (BAI) telah bertindak cepat melakukan perbaikan infrastruktur di Arena Indira Gandhi.
"Setelah India Open pada bulan Januari, BAI bertindak cepat untuk menanggapi masukan terkait kebersihan tempat dan kondisi lingkungan. BWF merasa puas bahwa langkah-langkah yang tepat telah diterapkan menjelang kejuaraan," kata Lund.
Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra, menambahkan bahwa sistem pengamanan lokasi kini diperketat dengan jalur masuk tiga lapis, pengawasan 24 jam, serta koordinasi penanganan hewan liar.
"Kami yakin bahwa acara ini akan menawarkan tontonan kelas dunia yang sempurna bagi para pemain, ofisial, dan penggemar," tegas Sanjay.
Kejuaraan Dunia 2026 dipastikan bakal berlangsung sengit dengan hadirnya deretan bintang dunia seperti peraih gelar bertahan Shi Yuqi (Tiongkok) dan Akane Yamaguchi (Jepang), serta andalan tuan rumah PV Sindhu.