◐

PB Alkhairaat tekankan santri harus miliki tiga kekuatan

PB Alkhairaat tekankan santri harus miliki tiga kekuatan

Kamis, 22 Oktober 2026 17:25 WIB

Image Print

Paduan suara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di kompleks Alkhairaat Pusat, Palu, Kamis (22/10/2026). ANTARA/HO-Humas Kemenag Sulteng

Palu (ANTARA) -

Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menekankan santri di Indonesia harus memiliki tiga kekuatan yakni kekuatan moral, intelektual dan kekuatan sosial.

“Santri harus memiliki kekuatan moral, kekuatan intelektual, dan kekuatan sosial yang membawa perubahan positif bagi masyarakat,” kata Ketua Umum PB Alkhairaat Mohsen Alaydrus saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di kompleks Alkhairaat Pusat, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis.

Dia menegaskan pentingnya para santri untuk terus memperluas wawasan dan menguasai teknologi modern, tanpa meninggalkan landasan iman serta keluhuran akhlak. Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 diharapkan menjadi momentum emas dalam mempersiapkan generasi muda yang mandiri serta berdaya saing global.

"Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan santri hari ini adalah membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, serta berbagai persoalan sosial yang menghambat kemajuan bangsa," katanya menegaskan.

Dia menjelaskan bahwa penetapan Hari Santri setiap 22 Oktober bersumber dari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh para ulama pada 22 Oktober 1945. Semangat historis tersebut harus diteruskan oleh santri masa kini melalui penguasaan kecerdasan buatan, teknologi digital, dan keterampilan ekonomi kreatif.

"Santri hari ini harus mampu membaca kitab sekaligus memahami perkembangan zaman. Kita ingin melahirkan santri yang kuat spiritualitasnya, luas pengetahuannya, terampil bekerja, kreatif berusaha, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan masyarakat," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, PB Alkhairaat mendorong para santri untuk menanamkan tiga kekuatan utama, yakni kekuatan iman dan akhlak, kekuatan ilmu dan keterampilan, serta kekuatan kemandirian dan pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Mohsen menekankan bahwa peringatan HSN tahun ini menjadi bagian strategis untuk menyongsong satu abad perjalanan Alkhairaat yang jatuh pada tahun 2027 mendatang. Didirikan oleh ulama besar Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua pada 1930, Alkhairaat kini bersiap melangkah menuju abad keduanya.

"Satu abad merupakan perjalanan panjang yang sarat perjuangan. Namun, Alkhairaat tidak boleh berhenti pada kebanggaan masa lalu. Kita harus menyiapkan agenda besar abad kedua, yaitu menjadikan organisasi ini semakin maju, mandiri, berkualitas, dan manfaatnya semakin nyata bagi kesejahteraan umat," katanya.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola organisasi, peningkatan mutu pendidikan, pembaruan metode pembelajaran berbasis literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi umat menjadi agenda prioritas yang disiapkan Alkhairaat.

Ia berpesan agar para santri tidak pernah berkecil hati belajar di lingkungan pesantren. Menurutnya, dari pesantren lahir para ulama, pemimpin, pendidik, dan pejuang peradaban yang memegang peran sentral dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026