Pasukan langit jadi penjaga kesehatan masyarakat di beranda negeri

Pasukan langit jadi penjaga kesehatan masyarakat di beranda negeri

Sabtu, 1 Agustus 2026 17:41 WIB

Image Print

Dokter spesialis THT saat memeriksa anak Eva pada kegiatan pengobatan massal dalam rangka Hari Bakti ke-79 TNI AU di Natuna, pada Minggu (26/7/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Hujan yang mengguyur Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sejak Sabtu (25/7) malam masih menyisakan langit kelabu dan udara dingin ketika pagi menjelang.

Kondisi seperti ini biasanya membuat warga memilih menghabiskan waktu lebih santai di rumah. Namun, suasana berbeda justru terlihat di kawasan Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur. Sejak pagi, ratusan warga mulai berdatangan memenuhi area itu.

Di antara kerumunan masyarakat, terlihat sejumlah prajurit TNI Angkatan Udara berseragam loreng biru berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Mereka bukan sedang menjalankan latihan militer, melainkan membantu warga yang datang untuk mengikuti pengobatan massal gratis yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna.

Para prajurit TNI Angkatan Udara itu tampak memapah warga lanjut usia, mendorong kursi roda, membantu mengisi formulir pendaftaran, hingga mengarahkan masyarakat menuju ruang pemeriksaan.

Sikap tersebut menciptakan suasana akrab antara pasukan langit dan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Bakti Ke-79 TNI AU. Lanud RSA menghadirkan layanan kesehatan dengan melibatkan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dokter gigi, dokter umum, tenaga kesehatan, serta menyediakan obat-obatan bagi masyarakat.

Sejak pagi, antrean warga memenuhi lokasi kegiatan. Mereka datang dengan berbagai cara, mulai dari berjalan kaki bersama keluarga, menggandeng anak-anak, hingga membawa orang tua yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

Panitia sengaja membuka pendaftaran lebih awal sebelum acara seremonial dimulai, agar pelayanan berjalan lancar. Dua tenda besar disiapkan sebagai tempat menunggu, sehingga warga tidak harus berdiri lama, terutama bagi lansia yang membutuhkan kenyamanan selama antrean.

Di tengah aktivitas tersebut, para prajurit bergerak tanpa banyak instruksi. Mereka memastikan setiap warga mendapat pelayanan dengan tertib. Kehadiran mereka membuat interaksi antara prajurit dan masyarakat semakin dekat, tanpa jarak.

Dokter gigi saat memeriksa Recequeen Mera Vindiesel pada kegiatan pengobatan massal dalam rangka Hari Bakti ke-79 TNI AU di Natuna, pada Minggu (26/7/2026). ANTARA/Muhamad Nurman

Dekat tanpa batas

Salah satu layanan yang paling banyak diminati warga adalah pemeriksaan dokter spesialis THT.

Selama ini, layanan tersebut belum mudah diperoleh masyarakat karena umumnya tersedia di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Warga harus melalui proses rujukan sebelum dapat bertemu dokter spesialis.

Kesempatan bertemu langsung dengan dokter spesialis pun dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan berbagai keluhan, seperti gangguan pendengaran, telinga berdenging, hidung tersumbat, hingga gangguan tenggorokan.

Salah seorang warga yang memanfaatkan layanan tersebut adalah Eva Fitria (30). Ia datang bersama putrinya yang berusia enam tahun karena khawatir buah hatinya mulai sulit merespons ketika dipanggil. Kondisi itu membuat Eva menduga adanya gangguan pendengaran yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis THT.

Eva mengaku anaknya juga sering menggaruk telinga. Hasil pemeriksaan dokter menemukan adanya kotoran telinga yang mengeras dan mengganggu pendengaran. Sebagian kotoran berhasil dibersihkan saat itu, sedangkan penanganan lanjutan dilakukan melalui pemeriksaan berikutnya di rumah sakit milik TNI Angkatan Udara.

Selain layanan THT, pemeriksaan gigi menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak. Di ruang tersebut, suasana yang awalnya dipenuhi wajah tegang perlahan berubah menjadi lebih santai, setelah tenaga kesehatan dan prajurit TNI AU mengajak mereka berbicara dengan cara yang sederhana.

Anak-anak tidak hanya diperiksa kondisi giginya, tetapi juga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan mulut, cara menyikat gigi yang benar, serta kebiasaan sehari-hari yang dapat mencegah kerusakan gigi.

Sementara itu, ruang pemeriksaan dokter umum terus didatangi warga dewasa hingga lanjut usia. Keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari sakit kepala, nyeri otot, gangguan lambung, hingga keluhan kesehatan yang selama ini dirasakan, tetapi belum sempat diperiksa.

Hingga kegiatan berakhir, sebanyak 184 warga tercatat memanfaatkan layanan pengobatan massal tersebut. Namun, bagi masyarakat, manfaat kegiatan itu tidak hanya terlihat dari jumlah warga yang mendapat pemeriksaan, melainkan juga dari pengalaman baru yang mereka rasakan.

Bagi sebagian anak, kegiatan tersebut menjadi kesempatan pertama berinteraksi langsung dengan prajurit TNI. Selama ini, sebagian dari mereka mengenal tentara sebagai sosok yang tegas dan berjarak. Bahkan, tidak jarang orang tua menggunakan sosok tentara sebagai gambaran untuk menakuti anak ketika sulit diarahkan.

Pandangan sebagian warga, terutama anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut, perlahan berubah, setelah melihat prajurit TNI AU berinteraksi secara ramah. Para prajurit membantu warga yang kesulitan berjalan, menghibur anak-anak yang menunggu antrean, serta memastikan setiap peserta merasa nyaman selama mengikuti pelayanan.

"Melihat para prajurit melayani masyarakat dengan ramah, anak saya, kini bercita-cita menjadi tentara," ujar Karyo (36), usai membawa anaknya menjalani pemeriksaan kesehatan.

Bagi Karyo, pengalaman tersebut memberikan gambaran berbeda kepada anaknya tentang sosok prajurit. Berbagai pertanyaan muncul saat berada di lokasi, salah satunya ketika anaknya bertanya, "Tentara juga suka membantu orang lain, ya?"

Selain memberikan pengobatan, Lanud RSA juga menghadirkan penyuluhan kesehatan agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kondisi tubuh dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran layanan kesehatan yang dibawa Lanud RSA menjadi gambaran bahwa pelayanan publik dapat hadir melalui kolaborasi berbagai pihak. Di wilayah kepulauan, seperti Natuna, upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat menjadi tantangan yang terus membutuhkan kerja bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan pemeriksaan kesehatan secara berkala memiliki peran penting dalam menemukan penyakit sejak dini. Banyak gangguan kesehatan belum menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal, sehingga kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menjadi hal yang penting.

Penyakit yang ditemukan lebih awal umumnya lebih mudah ditangani, sehingga peluang kesembuhannya juga lebih besar.

Data di dinas kesehatan, banyak gangguan kesehatan belum menunjukkan tanda yang jelas pada tahap awal, sehingga kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan menjadi kunci.

Komandan Lanud RSA Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi mengatakan kegiatan bakti kesehatan tersebut merupakan upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat, terutama warga di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses.

Kehadiran TNI Angkatan Udara di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian untuk negeri.

Kegiatan tersebut juga meninggalkan kesan bagi masyarakat yang hadir. Recequeen Mera Vindiesel (17), seorang pelajar asal Natuna, mengaku sebelumnya melihat prajurit TNI sebagai sosok yang tegas dan sulit didekati.

Namun, kesan itu berubah setelah ia menyaksikan langsung cara personel Lanud RSA berinteraksi dengan warga. Baginya, prajurit TNI AU tidak hanya hadir menjaga ketertiban, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Di Natuna, pasukan langit tidak hanya hadir melalui deru mesin pesawat dan penjagaan wilayah udara. Mereka juga hadir melalui pelayanan kesehatan, senyum kepada warga, serta kepedulian yang mendekatkan prajurit dengan masyarakat di beranda negeri.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pasukan langit si penjaga kesehatan masyarakat di beranda negeri

Oleh Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.