◐

Pasar Iklan Luar Ruang Capai Rp 5,91 Triliun, Adopsi Programmatic Masih Rendah

Liputan6.com, Jakarta - Industri media luar ruang atau Out-of-Home (OOH) di Indonesia terus didorong untuk bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi digital, pengukuran audiens, dan kolaborasi lintas sektor. Potensi pasar yang besar dinilai perlu diimbangi dengan standar pengukuran yang lebih baik agar efektivitas iklan dapat dibuktikan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Strategic Forum INDOOH 2026 yang digelar Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) pada Jumat (9/10/2026) di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara ini didukung Krista Exhibitions sebagai bagian dari Indo Sign, LED & Advertising Expo 2026 dan AllPrint Indonesia.

Ketua Umum DPP AMLI Fabianus Bernadi mengatakan, perkembangan industri OOH tidak sekadar ditandai peralihan dari papan iklan konvensional ke layar digital. Perubahan juga menyangkut cara industri menjangkau audiens dan menciptakan pengalaman bagi konsumen.

"Perubahan industri luar-griya bukan sekadar transisi dari papan statis ke layar digital, melainkan pergeseran mendasar dari sekadar selling location menjadi selling audience & experience. Kita harus membangun standar pengukuran dan ekosistem industri bersama agar OOH Indonesia menjadi pemain utama di kawasan regional," tegas Fabianus Bernadi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026). 

Forum bertema Shaping the Future of Indonesia’s OOH Industry: Global Insights, Local Transformation, & Industry Collaboration ini juga membahas pengembangan iklan digital luar ruang atau Digital Out-of-Home (DOOH), riset, pengukuran data, dan integrasi periklanan programatik.

Pasar OOH Indonesia Capai Rp 5,91 Triliun

Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) menggelar Strategic Forum INDOOH 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Dok AMLI)

Perbesar

Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) menggelar Strategic Forum INDOOH 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Dok AMLI)

Managing Director Indonesia di Billups sekaligus Vice Chairman AMLI dan Ambassador World Out of Home Organization (WOO), Agung Prihambodo, memaparkan potensi pasar OOH Indonesia yang mencapai US$ 330 juta atau sekitar Rp 5,91 triliun. Penetrasi digital di industri ini mendekati 40 persen, tetapi adopsi programmatic Digital Out-of-Home (pDOOH) masih di bawah 1 persen.

"Indonesia memiliki pasar OOH yang sangat potensial dengan penetrasi digital mendekati 40%, namun pDOOH kita masih di bawah 1%. Kita telah memiliki infrastruktur layar digital yang masif, kini saatnya membangun infrastruktur programmatic dan common measurement language agar daya saing industri kita sejajar dengan standar global," ujar Agung Prihambodo.

Sementara itu, CEO KLY sekaligus Chairman Indonesia Digital Association (IDA), Dian Gemiano, menyoroti pentingnya pembuktian efektivitas iklan digital melalui data audiens yang terukur.

"Indonesia tidak memiliki masalah dengan jumlah layar digital, kita memiliki proof problem. Layar pintar tidak bernilai jika kita tidak bisa membuktikan efektivitas dan audiensnya. Kolaborasi IDA dan AMLI hadir untuk membangun tiga hal utama: laporan industri terverifikasi, standar pengukuran bersama, dan kerangka transaksi pDOOH," ungkap Dian Gemiano.

Menurut pembahasan dalam forum tersebut, pengembangan standar pengukuran dan transparansi data menjadi salah satu kebutuhan utama agar pengiklan dapat menilai kinerja kampanye secara lebih akurat.

AMLI dan IDA Teken MoU Pengembangan Iklan Digital

Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) menggelar Strategic Forum INDOOH 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Dok AMLI)

Perbesar

Asosiasi Perusahaan Media Luar-Griya Indonesia (AMLI) menggelar Strategic Forum INDOOH 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Dok AMLI)

AMLI dan IDA menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat pengembangan industri periklanan nasional. Kesepakatan tersebut mencakup riset, penyusunan standar pengukuran lintas media, integrasi programmatic DOOH, serta edukasi sumber daya manusia.

Forum juga menghadirkan diskusi panel bersama praktisi industri, yakni CEO Playlog Bong Stevian, Founder Prisma Freddy Lauw, dan Marketing Director MKCI Bandung Jhon Gunadi. Diskusi membahas potensi pasar OOH di luar Jakarta, transparansi pengukuran, serta peluang kolaborasi bisnis.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa lebih dari 90 persen wilayah di luar Jakarta memiliki penetrasi DOOH di bawah 5 persen. Kondisi ini dinilai menunjukkan peluang pengembangan media iklan digital di berbagai daerah.

Sebagai bentuk apresiasi, AMLI menyerahkan piagam penghargaan kepada Co-founder, Owner, sekaligus CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, atas dukungan terhadap penyelenggaraan forum dan partisipasi AMLI dalam pameran AllPrint Indonesia serta Indo Sign Expo 2026.

Ketua Umum AMLI Fabianus Bernadi menyampaikan terima kasih kepada Krista Exhibitions. Kemitraan tersebut juga menjadi landasan rencana kerja sama jangka panjang untuk memperkuat keterlibatan industri media luar ruang dalam pameran mendatang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6