Pangdam Udayana sambangi pengungsi gempa di Kabupaten Manggarai - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyambangi masyarakat pengungsi gempa bumi di Lapangan Nanga Banda, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis.

Sebelum tiba di lokasi pengungsian, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan terlebih dahulu memantau kondisi wilayah terdampak dari udara menggunakan helikopter.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi wilayah, tingkat kerusakan, serta situasi masyarakat di sejumlah lokasi yang terdampak gempa.

Setibanya di Lapangan Nanga Banda, Mayjen TNI Piek Budyakto langsung menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang berada di tenda-tenda pengungsian.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam menegaskan jajaran TNI telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi.

Ribuan personel dikerahkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam mempercepat penanganan dampak gempa.

Pada tahap awal penanganan, prajurit difokuskan pada berbagai upaya penyelamatan, pencarian dan pertolongan, evakuasi masyarakat, serta penanganan korban, baik korban luka maupun korban meninggal dunia.

Seiring perkembangan situasi, penanganan kini mulai diarahkan pada pendataan secara menyeluruh terhadap kerusakan dan dampak yang ditimbulkan sebagai dasar untuk menentukan langkah pemulihan berikutnya.

“Sekarang ini kami sedang melakukan pendataan aset-aset umum, pemukiman warga, maupun fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan. Data ini akan segera kita laporkan agar bisa secepatnya dilakukan penanganan,” ujar Mayjen TNI Piek Budyakto.

Menurut Pangdam, pendataan menjadi bagian penting dalam proses penanganan bencana karena akan memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi di lapangan.

Dengan data yang valid, kebutuhan masyarakat dan tingkat kerusakan dapat dipetakan berdasarkan skala prioritas, sehingga bantuan maupun dukungan dapat segera diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Selain melakukan pendataan kerusakan, Pangdam juga menekankan sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu mendapat perhatian, di antaranya ketersediaan air bersih, pemulihan jaringan listrik, akses komunikasi dan internet, serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Berbagai kebutuhan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung kelancaran seluruh proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Pangdam menegaskan, Kodam IX/Udayana akan terus mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak.

Kehadiran prajurit di lapangan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi akan terus dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan dalam mendukung proses pemulihan.

“Yang paling penting adalah masyarakat tidak boleh merasa sendiri. TNI akan terus hadir dan membantu bersama pemerintah serta seluruh unsur terkait sampai kondisi masyarakat berangsur pulih,” tegas Pangdam.

Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa kehadiran langsung Pangdam IX/Udayana di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Kodam IX/Udayana untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Penanganan bencana membutuhkan kecepatan, ketepatan dan sinergi seluruh pihak. Kodam IX/Udayana bersama satuan kewilayahan akan terus berada di lapangan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Kepolisian, BPBD, tenaga kesehatan, relawan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara optimal,” ujar Kapendam.

Kapendam menambahkan satuan kewilayahan jajaran Kodam IX/Udayana akan terus memperkuat pemantauan dan pendataan di wilayah terdampak, sekaligus memastikan setiap perkembangan di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

Distribusi bantuan juga akan terus dikawal agar dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.