PALAWA Unpad menyalurkan bantuan untuk korban gempa di NTT - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Unpad bersama Korps Alumni PALAWA (KAP) Unpad dan Yayasan Palawa Indonesia (YPI) menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan disalurkan kepada korban gempa bumi di pengungsian mandiri Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Maumere.

Koordinator Korps Alumni PALAWA (KAP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Riza Fahriza, di Bandung, Sabtu, mengatakan penyaluran bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana gempa di NTT tersebut.

“Sebelumnya kami berupaya menghimpun bantuan yang memang dibutuhkan masyarakat terdampak dan menyalurkannya sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Teknis penyaluran tersebut, kata dia, dari bantuan yang terkumpul dibelanjakan secara langsung di Flores untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak seperti sembako.

Sebenarnya bantuan yang sangat dibutuhkan oleh pengungsi saat ini, antara lain sembako, makanan siap saji, terpal, tenda, selimut, serta tikar atau matras.

Menurut Riza, kebutuhan dasar tersebut menjadi prioritas karena masyarakat terdampak membutuhkan dukungan untuk memenuhi keperluan sehari-hari selama masa penanganan pascabencana.

"Kebutuhan yang kami prioritaskan mencakup pangan, perlengkapan hunian sementara, kesehatan, sanitasi, dan penerangan,” ujarnya.

Sebelumnya, PMPA PALAWA Unpad bersama KAP Unpad dan YPI juga hadir dalam penggalangan dana bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat dan Aceh.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 111 jiwa, di tengah ribuan kali gempa susulan yang masih mengguncang wilayah tersebut hingga Jumat (28/8) sore.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8), mengatakan bahwa pascagempa utama pada 15 Agustus 2026 lalu telah merekam ribuan guncangan susulan dengan estimasi masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan.

"Hingga hari ini setelah gempa 7,7 magnitudo tanggal 15 Agustus 2026 yang lalu, BMKG sudah mencatat adanya 8.794 kali gempa susulan," kata dia.

Berton menyebutkan dari total 8.794 gempa susulan tersebut, rentang kekuatan gempa berkisar antara magnitudo 1,0 hingga yang terbesar magnitudo 6,2, dengan 152 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

"Aktivitas seismik susulan diprakirakan oleh para ahli masih berlanjut selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PALAWA Unpad salurkan bantuan untuk korban gempa di NTT

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.