Pakar: Sertifikasi kompetensi kerja menjadi kebutuhan dunia kerja modern

Pakar: Sertifikasi kompetensi kerja menjadi kebutuhan dunia kerja modern

Sabtu, 11 Juli 2026 19:22 WIB

Image Print

Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan Fakultas Peternakan UGM di Yogyakarta. Antara/HO-Humas Fapet UGM

Yogyakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Budi Guntoro menyatakan sertifikasi kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) telah menjadi kebutuhan di dunia kerja modern.

"SKKNI disusun melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti seseorang memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya," kata Budi Guntoro di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, penguasaan kompetensi keahlian kerja yang dibuktikan melalui sertifikat profesi menjadi nilai tambah bagi lulusan perguruan tinggi ketika memasuki dunia industri.

"Saat ini sertifikasi bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan karena dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang kompetensinya terukur dan diakui secara nasional," kata Budi.

Dia menjelaskan, penyusunan SKKNI merupakan inisiasi pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Dengan adanya standar kompetensi nasional, setiap profesi memiliki acuan yang jelas mengenai kemampuan yang harus dimiliki oleh tenaga kerja," kata Budi.

Dalam menyiapkan sumber daya manusia kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri peternakan, UGM adakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Formulator Pakan sesuai SKKNI Nomor 321 Tahun 2017 selama tiga hari yang dimulai Jumat (10/7).

"Kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat merupakan kompetensi penting, karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi produksi, kesehatan ternak, serta keberlanjutan usaha peternakan," kata Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fapet UGM Chusnul Hanim.

Pelatihan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing SDM bidang formulasi pakan ternak itu diikuti 41 peserta dari berbagai latar belakang, mulai pelaku industri pakan, dosen, laboran, mahasiswa program sarjana dan pascasarjana, hingga alumni.

"Melalui pelatihan itu peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori, tetapi juga pengalaman praktik dan asesmen kompetensi sesuai standar nasional," katanya.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026