Pakar: Pergantian Menkeu bukti Presiden jaga efektivitas pemerintahan
Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Marihot Manullang menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Menteri Keuangan (Menkeu) menunjukkan ketegasan sekaligus responsivitas dalam menjaga efektivitas pemerintahan.
Marihot dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu menilai Menkeu merupakan salah satu posisi strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan fiskal, stabilitas ekonomi, kepercayaan pasar, dan persepsi publik.
Karena itu, pergantian pada posisi tersebut membutuhkan keberanian sekaligus pertimbangan yang matang.
"Kami memandang keputusan Presiden Prabowo untuk melakukan reshuffle pada posisi Menteri Keuangan sebagai bentuk ketegasan kepemimpinan yang patut mendapatkan penghormatan. Reshuffle pada level strategis seperti ini bukan keputusan yang bisa diambil dengan mudah. Presiden menunjukkan bahwa beliau tidak ragu untuk mengambil langkah cepat ketika dinamika menuntut penyesuaian," ujarnya.
Presiden resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9). Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wamenkeu pada Kabinet Merah Putih.
Marihot menilai keputusan tersebut juga relevan dilihat dari perspektif manajemen strategi. Menurutnya, pemimpin yang efektif bukan hanya mampu mempertahankan stabilitas, tetapi juga harus berani melakukan penyesuaian ketika organisasi membutuhkan penguatan.
"Presiden Prabowo memperlihatkan bahwa beliau membaca dinamika dengan seksama, dan ketika penyesuaian diperlukan, beliau bergerak tanpa keraguan," ucapnya.
Sementara, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Rahma Gafmi menilai penunjukan Suahasil sebagai Menkeu mencerminkan kesinambungan kebijakan (policy continuity) daripada perubahan arah fiskal secara drastis.
"Secara keseluruhan, pasar memandang pergantian ini sebagai langkah yang mengutamakan kepastian, stabilitas makro, dan terjaganya kepercayaan investor ketimbang perubahan arah angin kebijakan fiskal Indonesia," kata Rahma.
Ia menilai pergantian itu direspons pasar dengan sentimen yang relatif stabil dan cenderung positif.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat pasar tetap tenang adalah pengalaman Suahasil yang sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri keuangan.
Latar belakang tersebut dinilai memberikan kesinambungan dalam pengelolaan kebijakan fiskal sehingga pergantian menteri tidak menimbulkan kejutan kebijakan (policy shock).
Gambaran tersebut turut tercermin dalam perdagangan saham pada hari pelantikan, Senin (14/9), Meski IHSG ditutup melemah tipis 0,10 persen, indeks sektor keuangan justru menguat 0,55 persen. Penguatan juga terlihat pada sejumlah saham perbankan besar.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tercatat menguat 3,98 persen, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI naik 3,20 persen, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menguat 1,83 persen, dan saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA juga tercatat naik 2,77 persen.
Baca juga: Ekonom sebut ada empat PR yang perlu jadi perhatian Menkeu Suahasil
Baca juga: AS: Pergantian menkeu tidak pengaruhi minat investasi AS di Indonesia
Baca juga: Membaca sinyal kontinuitas di tangan Menteri Keuangan baru
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.