Pakar: Hunian vertikal menjadi perumahan berkelanjutan di perkotaan
Bangunan vertikal ini atau disebut juga konsepnya 'compact housing'. Ini akan membuat penggunaan infrastruktur kota, tata ruang kota lebih efisien seperti mengurangi kemacetan
Jakarta (ANTARA) - Pakar perumahan dan permukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jehansyah Siregar mengungkapkan hunian vertikal merupakan perumahan dan pemukiman yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.
"Kalau secara sistem bangunan, secara tata ruang kota, bangunan vertikal itu memang salah satu bentuk dari konsep perumahan dan pemukiman yang berkelanjutan, atau kota-kota yang berkelanjutan," ujar Jehansyah saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan bahwa hunian vertikal akan mengurangi pemakaian lahan secara luas dan menahan apa yang disebut dengan urban sprawl. Urban sprawl itu penjalaran kota-kota berkembang secara ekspansif ke wilayah sekitarnya.
"Bangunan vertikal ini atau disebut juga konsepnya compact housing. Ini akan membuat penggunaan infrastruktur kota, tata ruang kota lebih efisien seperti mengurangi kemacetan," katanya.
Baca juga: Gen Z minati hunian vertikal karena dekat dengan pusat kota
Baca juga: Menteri PKP: Penyediaan rumah di perkotaan diarahkan hunian vertikal
Urban sprawl dapat membuat perkembangan kota menjadi tidak terkendali, dan salah satu konsep untuk mengendalikan perkembangan kota yang tidak terencana yakni melalui hunian vertikal.
Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal.
Dia mengatakan permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.
"Backlog" kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia, secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.
Hal ini juga merupakan arahan Presiden Prabowo supaya lahan-lahan itu tidak terlalu banyak terpakai untuk perumahan sehingga diarahkan pada hunian vertikal.
Ara juga mengatakan tanah-tanah yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit bagi masyarakat.
Baca juga: Mentrans dorong hunian vertikal di kawasan transmigrasi
Baca juga: Kementerian PKP sebut Yogyakarta lokasi pengembangan hunian vertikal
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.