◐

P2MI optimalkan lulusan SMK untuk pasar kerja internasional

Padang (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memfokuskan Program "SMK Go Global" untuk mengoptimalkan potensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengisi peluang kerja di pasar internasional.

"Lulusan SMK itu sudah terampil, terarah dan terspesifikasi sesuai dengan jabatan-jabatan yang kita perlukan di luar negeri,” kata Kepala Biro Hukum Kementerian P2MI Wahyudi Putra di Padang, Selasa.

Wahyudi mengatakan lulusan SMK dipilih sebagai fokus utama karena sejak awal telah dibekali dengan keterampilan dasar yang spesifik dan terarah.

Kendati demikian masih terdapat kesenjangan antara kurikulum pendidikan formal di sekolah dan kebutuhan ril di lapangan, sehingga penyelarasan kurikulum harus dilakukan.

“Melalui Program SMK Go Global, keterampilan mereka ditingkatkan baik dari kurikulum, tenaga pengajar hingga infrastruktur agar benar-benar presisi dengan standar dan spesifikasi pekerjaan di negara tujuan," kata dia.

Ia mengatakan pada 2026, P2MI menargetkan penempatan sebanyak 40 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui peningkatan kapasitas program SMK Go Global.

Di mana pada gelombang pertama,sekitar 5.000 peserta telah menjalani pelatihan secara selektif dikirim ke sejumlah negara tujuan.

“Kalau secara keseluruhan target kita hingga 2029 bisa mencapai 500 ribu PMI yang dikirim untuk mengisi pasar kerja luar negeri,” katanya.

Beberapa negara yang menjadi tujuan peluang kerja saat ini yakni Turki, Jepang, Malaysia, Singapura, serta sejumlah kawasan di Eropa dan Timur Tengah.

Sektor pekerjaan yang disasar meliputi industri makanan dan minuman (food and beverage), manufaktur, hospitality, kesehatan, hingga perkebunan dimana pemetaan pasar kerja ini berbasis pada permintaan.

Di samping kesiapan teknis, kelengkapan dokumen administratif seperti izin orang tua merupakan persyaratan mutlak sebelum calon pekerja mengikuti pelatihan dan diberangkatkan.

"Izin orang tua itu persyaratan mutlak yang harus dipenuhi. Sebelum pelatihan kita tekankan bahwa izin keluarga sudah selesai dan yang bersangkutan memang betul-betul berminat bekerja di luar negeri," tegasnya.

Terkait mekanismenya, program SMK Go Global bersifat terbuka bagi seluruh skema penempatan, baik penempatan pemerintah (Government to Government) maupun melibatkan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan mitra luar negeri terhadap kualitas pekerja migran Indonesia.