Otomatisasi dan Aplikasi Pintar, Teknologi Ubah Cara Bisnis Kelola Pekerja

Jakarta -

Era digital telah mengubah banyak lanskap industri, termasuk bagaimana sebuah perusahaan mengelola sumber daya manusia (SDM) dan proses bisnis operasionalnya. Pendekatan konvensional kini mulai ditinggalkan, beralih pada pemanfaatan ekosistem digital untuk mendongkrak efisiensi.

Transformasi ini terlihat jelas dari langkah PT Swakarya Insan Mandiri (SIMGROUP), sebuah perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing) dan solusi manajemen. Memasuki usianya yang ke-19, perusahaan ini membuktikan bagaimana teknologi menjadi pilar utama dalam mengelola tenaga kerja di ratusan titik operasional.

Berangkat dari tema perayaan "Leading the Future", SIMGROUP menyoroti pentingnya adaptasi digital dalam menyongsong masa depan dunia kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tinggalkan cara manual, beralih ke otomasi dan aplikasi

Untuk mengelola tenaga kerja dan proses bisnis klien secara masif, pengelolaan administratif yang kaku tidak lagi relevan. SIMGROUP kini mengintegrasikan teknologinya ke dalam lima pilar layanan utama mereka.

Salah satu inovasi teknologi yang menonjol adalah penggunaan sistem otomatisasi suara yang dijuluki PEVITA (Phone Interactive Voice Automation). Alih-alih hanya mengandalkan tenaga manusia tradisional secara penuh, teknologi otomatisasi ini digunakan untuk mendongkrak efektivitas di sektor layanan penagihan (collection) dan penjualan (sales).

Di sektor validasi dan verifikasi data, pengelolaan manual juga telah digantikan oleh teknologi aplikasi mobile. SIMGROUP memanfaatkan platform i-Move (Integrated Mobile Verification) yang memungkinkan proses verifikasi lapangan berjalan lebih akurat, efisien, dan terpantau secara real-time.

Bahkan, pada layanan employee supply management yang menjadi bisnis inti mereka, proses perekrutan, penyediaan kandidat, manajemen penggajian (payroll), hingga kompensasi kini ditunjang oleh sistem aplikasi pendukung kerja.

Budaya inovasi untuk hadapi disrupsi

Penerapan teknologi tidak akan berjalan lancar tanpa adanya sumber daya manusia yang adaptif. Untuk memfasilitasi hal tersebut, perusahaan rutin menggelar konvensi Quality Control Circle (QCC) guna mendorong budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Direktur Bisnis dan Operasional SIMGROUP, Cek Fatwa, menyebut bahwa wadah inovasi seperti QCC inilah yang mendorong lahirnya efisiensi proses sekaligus mencetak bibit-bibit pemimpin baru yang melek digital di lingkungan perusahaan.

Direktur Marketing SIMGROUP, Mira Sonia, turut menegaskan bahwa kemampuan perusahaan beradaptasi dengan perubahan pola kerja dan teknologi merupakan kunci untuk bertahan di tengah disrupsi.

"Sembilan belas tahun bukan waktu yang sebentar. Mampu bertahan selama 19 tahun bukan sesuatu yang mudah. Itu adalah sebuah prestasi," ungkap Mira, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Dengan portofolio melayani lebih dari 50 perusahaan besar di sektor telekomunikasi, keuangan, logistik, ritel, hingga manufaktur, SIMGROUP membuktikan bahwa integrasi antara teknologi digital dan SDM yang kompeten adalah resep utama dalam mengelola tenaga kerja di masa depan.

(asj/asj)

TAGS

LIHAT LAINNYA