◐

Orang Kaya China Ramai-ramai Pindahkan Uang ke AS, Ternyata Ini Alasannya

Jakarta -

Sejumlah orang kaya di China mulai memindahkan aset mereka dari Singapura dan Hong Kong ke Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya pengawasan pemerintah Beijing terhadap kekayaan warga yang disimpan di luar negeri.

Kebijakan pajak atas aset offshore turut mendorong para pemilik modal mencari alternatif untuk menyimpan kekayaan mereka. Lantas, mengapa Amerika Serikat menjadi tujuan pilihan untuk memindahkan aset tersebut? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.

Dilansir CNBC Indonesia, bankir swasta dan pengacara yang menangani nasabah asal China melaporkan peningkatan permintaan pembukaan rekening bank di AS dalam beberapa bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perubahan ini terjadi setelah pemerintah China pada Juli lalu menerapkan pajak secara retroaktif terhadap pendapatan dan keuntungan dari offshore trust milik individu yang berstatus wajib pajak China.

Otoritas China menetapkan tarif pajak sebesar 20 persen atas pendapatan dan keuntungan dari perwalian luar negeri tersebut.

Kebijakan ini membuat sebagian pemilik kekayaan harus menghitung ulang kewajiban pajak, membongkar struktur perwalian, menjual saham, atau mencari pinjaman untuk membayar tagihan pajak.

CEO Golden Acacia Capital, Keith Tan, yang berbasis di Singapura, mengatakan sejumlah kliennya mulai merencanakan pemindahan aset ke AS sejak Juli. Beberapa di antaranya bahkan berhasil membuka rekening dalam waktu kurang dari dua bulan.

“Hal ini sudah relatif umum terjadi,” ungkap Tan.

Menurutnya, nasabah kaya cenderung memiliki bank swasta besar di AS. Sedangkan nasabah dengan dana lebih kecil biasanya menggunakan bank regional atau perusahaan pialang daring.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)