Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau Masih tanpa Hasil |Republika Online
Helikopter Basarnas jenis Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 bersiap mendarat saat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Basarnas mengonfirmasi operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kesembilan terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang di perairan Selat Sunda nihil atau belum membuahkan hasil. Sehari sebelumnya, Basarnas telah memperluas wilayah operasi pencarian.
"Hingga pelaksanaan hari kesembilan atau H+2 masa perpanjangan operasi SAR terhadap kapal cepat yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, hasilnya dilaporkan masih nihil," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, Rabu (16/9/2026) malam.
Dia menjelaskan bahwa seluruh unsur armada laut utama yang dikerahkan di delapan sektor pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun kapal. Adapun total luas area pencarian pada hari kesembilan ini mencakup 3.439 nautical mile (NM) persegi yang meliputi kawasan pesisir sekitar Gunung Anak Krakatau di wilayah Provinsi Banten-Lampung hingga Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu.
Penyisiran yang dilakukan secara masif oleh tim SAR gabungan tersebut melibatkan 22 unit kapal armada laut, mencakup lima KRI, dua KAL, dan satu RBB dari TNI Angkatan Laut, delapan kapal Polairud, tiga KN SAR, dua unit RIB, serta satu kapal patroli KPLP.
Data peta rencana operasi Basarnas melaporkan bahwa di Sektor A, KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir kawasan sebelah barat Teluk Belimbing, sementara KN SAR Basudewa bertolak dari Pulau Sebesi menuju tenggara Tanggamus di Sektor B.
Penyisiran di Sektor C dilakoni KRI Leuser yang mengarah ke wilayah perairan Ujung Kulon dan barat Pulau Panaitan menuju Samudra Hindia, disusul Sektor D oleh KN SAR Antasena dan KRI Lepu di sebelah barat Gunung Anak Krakatau.
sumber : Antara