Nyaris DO, Alumni Kampus di Malang Ini Kini Wakil PM Timor Leste

Bukan hanya para dosen yang meninggalkan kesan bagi Mariano. Sebagai satu-satunya mahasiswa asal Timor Leste di angkatannya, ia sempat merasa canggung ketika pertama kali datang ke Malang.

Namun, perasaan itu perlahan hilang karena dukungan teman-teman kuliah dan lingkungan sekitarnya.

Ia mengenang banyak teman yang membantunya ketika mengalami kesulitan, baik dalam urusan perkuliahan maupun kehidupan sehari-hari.

Bahkan, pemilik rumah kos memperlakukannya seperti keluarga sendiri.

Pengalaman itu, menurut Mariano, menjadi kenangan yang tidak pernah ia lupakan.

Bekal Saat Memimpin Negara

Mariano menilai pengalaman selama menjadi mahasiswa justru menjadi bekal ketika dipercaya menduduki berbagai jabatan penting di negaranya.

Sebelum menjabat Wakil Perdana Menteri, ia pernah menjadi Menteri Pertanian Timor Leste selama sekitar tujuh setengah tahun dan juga menjadi anggota parlemen.

Menurutnya, kebiasaan mencari jalan keluar saat menghadapi persoalan di kampus terbawa hingga dunia pemerintahan.

"Brawijaya membekali kami untuk menghadapi masalah dengan berbagai alternatif solusi. Ketika solusi pertama tidak berhasil, kita belajar mencari solusi berikutnya. Cara berpikir seperti itu sangat berguna dalam kehidupan, organisasi, maupun pemerintahan."

Kini, meski telah lama meninggalkan bangku kuliah, Mariano mengaku masih mengikuti perkembangan Universitas Brawijaya.

Ia melihat banyak perubahan, mulai dari infrastruktur hingga fasilitas pembelajaran yang semakin modern. Namun ia berharap nilai-nilai yang dulu ia rasakan tetap dipertahankan.

Menurut Mariano, teknologi memang memudahkan banyak hal, tetapi jangan sampai membuat mahasiswa kehilangan kemampuan berpikir kritis.

"Teknologi memang mempermudah banyak hal, tetapi jangan sampai membuat kemampuan berpikir menjadi lemah. Pendidikan pada dasarnya adalah mempertajam cara berpikir dan membentuk karakter."

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi aktif berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.

"Terimalah ilmu sebanyak-banyaknya, aktiflah berorganisasi, dan jadilah pejuang. Tantangan yang kalian hadapi selama kuliah akan menjadi bekal berharga ketika memimpin masyarakat di masa depan."