Nenek di China Gugat Putranya Rp 945 Juta Usai 15 Tahun Merawat Cucu

Situasi seperti itu memunculkan diskusi tentang apakah pengasuhan anak oleh kakek-nenek seharusnya dipandang hanya sebagai kewajiban keluarga atau diakui sebagai kerja tanpa bayaran.

Keluarga tradisional China sudah lama menghargai dukungan antargenerasi, dengan nilai Konfusianisme yang menekankan kewajiban timbal balik antar generasi. Namun, urbanisasi dan perubahan gaya hidup sudah mengubah dinamika ini secara signifikan.

Ketika pekerja pedesaan migrasi ke kota, kakek-nenek semakin sering menjadi pengasuh utama untuk anak-anak yang tidak dibawa ke kota. Di daerah perkotaan, meningkatnya jumlah rumah tangga dengan penghasilan ganda dan terbatasnya pilihan layanan penitipan anak juga sudah memaksa banyak kakek-nenek untuk turun tangan.

Sempat dianggap sebagai sebuah pengabdian tanpa pamrih, peran kakek-nenek dalam mengasuh cucu sekarang semakin diakui sebagai bentuk kerja pengasuhan yang berharga.

Peningkatan tunjangan pensiun dan perubahan gaya hidup di masa pensiun sedang mengubah ekspektasi para lansia, seperti yang dikatakan oleh seorang akademisi bidang pekerjaan sosial dari Provinsi Hubei Zhang Liyong dalam sebuah wawancara dengan SCMP.

"Kompensasi bisa berbentuk banyak hal," ujar Zhang. "Keluarga bisa berbagi biaya hidup dan memiliki komunikasi yang lebih terbuka, sementara masyarakat harus berupaya memperluas layanan penitipan anak untuk publik."

Para ahli hukum sudah menekankan bahwa perselisihan tentang "biaya pengasuhan oleh kakek-nenek" bukanlah tentang komersialisasi hubungan keluarga. Namun, perselisihan tersebut bertujuan memperjelas tanggung jawab.

Seorang pengacara di Kantor Hukum Shanghai Shentong, Liu Gui’e, berkata kepada media Nanfeng Chuang bahwa orang tua tetap memikul tanggung jawab utama dalam membesarkan anak-anak mereka, sedangkan kakek-nenek hanya ikut membantu ketika orang tua tidak mampu memberikan pengasuhan.

Beberapa pengamat di media sosial berpendapat bahwa masalah ini mengungkapkan kelemahan mendalam dalam sistem penitipan anak di China. “Jika China ingin mendorong tingkat kelahiran yang lebih tinggi, butuh infrastruktur penitipan anak yang lebih kuat, akses layanan yang mudah, dan kebijakan yang mendukung, dibanding mengandalkan generasi yang lebih tua untuk menanggung beban tersebut,” tulis seorang pengguna internet.