MUI Banjarmasin beri perhatian pengembangan seni budaya Islam - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memberikan perhatian untuk pengembangan seni budaya Islam sebagai upaya pelestarian dan mendukung pariwisata daerah.

"Karenanya kita gelar Forum Grup Diskusi (FGD) tentang strategi pengembangan seni budaya Islam ini," ujar Sekretaris MUI Kota Banjarmasin H Muhlidi Sulaiman saat gelar kegiatan tersebut di Rumah Anno 1925 di Siring Piare Tendean Banjarmasin, Minggu.

Menurut dia, MUI melalui komisi pembinaan seni budaya Islam Kota Banjarmasin menyelenggarakan ini dengan mengundang unsur masyarakat pemerhati seni budaya Islam dengan narasumber mantan Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina dan penggiat seni budaya Madihin Kalsel, Ahmad Sya'rani.

Muhlidi menyampaikan, Kota Banjarmasin memiliki banyak kesenian bernuansa Islami, diantaranya seni Hadrah, Kasidah, Kaligrafi Banjar termasuk Madihin dan lainnya yang harus dapat perhatian untuk kelestariannya.

"Daerah kita juga banyak memiliki lagu daerah, ini harus diangkat kembali," paparnya.

Muhlidi menyampaikan, MUI merasa penting ikut memberikan perhatian bagi eksistensi seni budaya di daerah ini, khususnya yang bernuansa Islami, karena bagian identitas daerah yang harus tetap dipertahankan.

"Dengan kegiatan ini kita akan menyampaikan rekomendasi ke pemerintah kota untuk pelestarian, kemajuan hingga mendukung pariwisata daerah," ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar menyampaikan apresiasi atas perhatian MUI kota setempat atas kelestarian seni budaya daerah, yang imbasnya juga mendukung pariwisata daerah lewat pertunjukan seni budaya Islam.

Menurut dia, Banjarmasin selain dikenal sebagai kota seribu sungai, juga dikenal kota yang religius dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Apalagi, lanjut dia, kota ini penuh sejarah dengan berdirinya Kesultanan Banjar pertama sekitar 500 tahun lalu, atau bertepatan berdirinya Kota Banjarmasin pada 24 September 1526.

"Karenanya masyarakat Banjar tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai adat istiadat dan budaya Islam," ujarnya.

Karenanya, ungkap dia, banyak warisan dari pendahulu terkait tradisi budaya hingga kesenian Islam yang sebagian masih eksis di tengah masyarakat.

"Moga dengan perhatian MUI ini, seni budaya Islam khususnya di daerah kita ini terus lestari dengan terus ada regenerasi penggiatnya, maju mendukung sektor pariwisata daerah yang kini jadi andalan penggerak ekonomi daerah," ujarnya.

Pewarta: Sukarli
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.