MPLS sekolah rakyat Aceh fokus pada pembentukan karakter siswa - ANTARA News Aceh

Banda Aceh (ANTARA) - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh difokuskan pada pembentukan karakter, pemetaan bakat, serta penyetaraan kesiapan akademik peserta didik sebelum memasuki proses pembelajaran.

“Harapan kita, anak-anak terus dididik di sini bersama para guru, pendidik, dan mendapat dukungan dari orang tua sehingga mereka bisa menjadi generasi emas 2045,” kata Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Syakir, di Aceh Besar, Jumat.

Sebanyak 427 siswa dari jenjang Sekolah Rakyat Dasar, Sekolah Rakyat Menengah Pertama, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas mengikuti MPLS selama 14 hari sebagai tahap awal sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah berasrama tersebut.

Baca juga: Sebanyak 60 siswa SRMA1 belajar di SRT 3 Provinsi Aceh

Syakir mengatakan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Aceh ini memiliki sarana dan prasarana yang mendukung proses pendidikan secara terpadu.

“Sarana prasarananya lengkap. Ada ruang kelas, asrama, masjid, lapangan, balai pertemuan, dapur hingga kantin yang dipisahkan antara putra dan putri sesuai kearifan lokal Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, konsep pendidikan berasrama memungkinkan pembinaan akademik, keterampilan, dan pengasuhan peserta didik dilakukan secara terpadu karena seluruh jenjang pendidikan berada dalam satu kawasan.

"Semoga para peserta didik memanfaatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dengan sebaik-baiknya," kata Syakir.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Aceh, Seri Amalia menyampaikan MPLS dirancang untuk membekali peserta didik dengan berbagai materi dan kegiatan yang mendukung kesiapan fisik, mental, sosial, dan akademik sebelum proses pembelajaran.

“Di Sekolah Rakyat, MPLS diawali dengan pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter dan kepribadian, serta kegiatan kesamaptaan. Kami juga akan didampingi Taruna dari Akmil dan Akpol untuk pembinaan karakter dan kepribadian peserta didik,” katanya.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, kata dia, peserta didik juga memperoleh materi mengenai pencegahan perundungan (bullying), penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza), kesehatan reproduksi, serta kesehatan mental sebagai bekal selama menjalani pendidikan di lingkungan berasrama.

Seluruh peserta didik juga menjalani pemeriksaan kesehatan, asesmen psikologis, dan tes talent DNA untuk memetakan bakat dan minat sebagai dasar pendampingan pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Pada akhir MPLS, setiap siswa diminta menyusun dan mempresentasikan peta jalan kehidupan (life roadmap)  sebagai langkah awal menyusun cita-cita dan rencana masa depan.

Setelah MPLS berakhir, peserta didik akan mengikuti kurikulum persiapan atau matrikulasi yang mencakup penguatan literasi, numerasi, literasi digital, kemampuan dasar sains dan lainnya 

Pewarta: Nurul Amalia
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.