MotoGP Mandalika Makin Dekat, Hotel Diingatkan Jangan Aji Mumpung Naikkan Harga

Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan pemilik penginapan atau hotel untuk tidak menaikkan harga tidak wajar atau aji mumpung menjelang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia, mengakui akan mengoptimalkan pemantauan harga hotel atau penginapan yang setiap tahun selalu melambung tinggi ketika perhelatan MotoGP berlangsung di Sirkuit Mandalika.

"MotoGP ini sudah masuk tahun ke lima, tentunya ada hasil evaluasi sebelumnya sehingga persiapan kita harus jauh lebih optimal di tahun ini, sehingga benar-benar bisa memberikan kesan yang mendalam bagi para pengunjung," ujar Aulia seperti dilansir dari Antara, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Pemprov NTB sudah mengingatkan para pelaku usaha jasa perhotelan untuk tidak memanfaatkan momen ini dengan menaikkan harga secara tidak wajar atau aji mumpung.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan industri pariwisata daerah dalam jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat selama ajang berlangsung.

"Kita harus menjaga keberlangsungannya dan keberlanjutan ke depan, tidak hanya untuk saat ini," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, ia menyatakan saat ini persiapan pelaksanaan MotoGP terus dilakukan mulai dari penjualan tiket, akomodasi hotel, hingga armada transportasi. Khusus terkait tiket, dari informasi penyelenggara mencatat penjualan tiket ajang balap seri Mandalika tersebut sudah mendekati angka 50 persen.

"Alhamdulillah, hasil komunikasi terakhir dengan penyelenggara utama, dalam hal ini InJourney MGPA, penjualan tiket sudah berada di kisaran 40 persen sekian, mendekati 50 persen terjual," ujar Aulia.

Sedangkan dari sektor transportasi, pola pelayanan kendaraan penonton secara umum tetap mengacu pada skema penyelenggaraan sebelumnya. Kendati demikian, menurut Aulia, Gubernur NTB memberikan penekanan khusus terkait pengoptimalan layanan shuttle bus.

"Layanan bus antar-jemput tersebut disiapkan untuk mempermudah mobilisasi serta membantu pergerakan penonton dari berbagai titik kawasan menuju area Sirkuit Mandalika," ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan calo tiket, pihaknya mengimbau calon penonton agar membeli tiket secara resmi melalui kanal-kanal yang telah disediakan. Akses pembelian tiket saat ini dinilai sangat mudah dan transparan.

"Sekarang tidak perlu calo, karena tiket itu sangat mudah untuk diakses. Kami imbau masyarakat untuk segera membeli tiketnya," kata Aulia.

(ddn/ddn)