◐

Misi Dagang Jatim-Aceh Cetak Transaksi Fantastis Tembus Rp1 Triliun |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Nilai transaksi dalam program misi dagang ke-27 Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke Aceh mencatatkan angka fantastis, menembus lebih dari Rp1 triliun. Capaian ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di sela-sela kegiatan di Banda Aceh, Senin.

"Hingga hari ini, per jam 14.00 WIB, ini transaksi yang sudah terbangun Rp1,084 triliun lebih," kata Khofifah kepada awak media.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara misi dagang serta penandatanganan kerja sama bisnis tahun 2026. Kegiatan ini mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM, mulai dari kriya, kuliner, pakaian, buah-buahan khas daerah, hingga kerajinan lainnya.

Tidak hanya berfokus pada jual-beli produk lokal, misi dagang ini juga menjadi wadah penjajakan kerja sama bisnis dan investasi. Kesepahaman bisnis yang ditandatangani meliputi berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, perikanan, fesyen, dan industri lainnya.

Penandatanganan komitmen transaksi perdagangan dan investasi ini tidak hanya dilakukan antar pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan langsung para pelaku usaha dari Jawa Timur dan Aceh.

Khofifah menjelaskan bahwa proses menuju kesepakatan ini tidaklah instan. Pihaknya melakukan kurasi atau penilaian produk sebanyak dua kali, serta melaksanakan business matching minimal lima kali. "Proses yang kita bangun ini melalui berbagai pertemuan secara online, dan business matching secara online," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting untuk terus menguatkan hubungan dagang, ekonomi, dan persaudaraan antara Jawa Timur dan Aceh. "Terima kasih semuanya. Kita berharap melalui misi dagang ini kita akan tumbuh bersama, berkembang bersama, kita maju dan sejahtera bersama," kata Khofifah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, perluasan jaringan dagang antar daerah ini sangat potensial untuk mendorong komoditas unggulan Aceh seperti kopi Gayo dan nilam agar mampu menembus pasar internasional.

Fadhlullah juga berharap posisi strategis Aceh sebagai pusat perdagangan internasional sejak masa Kesultanan Iskandar Muda dapat kembali diperkuat melalui kolaborasi investasi ini. "Intinya hari ini adalah kerja sama kita dengan Pemerintah Jawa Timur. Tadi sudah sama-sama disaksikan sejumlah MoU yang akan terus berjalan mulai hari ini dan ke depannya dari berbagai sektor," demikian Fadhlullah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara