Menteri LH dan Sri Sultan bahas pembangunan yang tak abai lingkungan

Menteri LH dan Sri Sultan bahas pembangunan yang tak abai lingkungan

Sabtu, 25 Juli 2026 16:06 WIB

Image Print

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat (kiri) dan Gubernur D.I. Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X usai pertemuan di Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (24/7/2026) ANTARA/HO-KLH

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Moh Jumhur Hidayat dalam pertemuan degan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X membahas pentingnya pembangunan yang tidak mengabaikan kelestarian lingkungan, tapi ikut memuliakan bumi.

Menurut keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur dalam pertemuan dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kepatihan Yogyakarta pada Jumat (24/7) membahas mengenai kearifan lokal yang menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan hidup.

"Tadi hasil obrolan, saya mendapatkan wisdom dari Sri Sultan HB X bahwa kita harus mengayomi alam lingkungan," kata Menteri LH Jumhur.

Dia menyampaikan filosofi kepemimpinan dan kearifan lokal Yogyakarta tersebut sangat sejalan dengan visi strategis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/BPLH bahwa pembangunan nasional saat ini tidak boleh lagi hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan wajib memastikan keberlanjutan ekologis dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkesinambungan.

Lebih dalam lagi, katanya, pembangunan harus mampu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan manusia serta manusia dengan alam.

Hal serupa juga disampaikan Menteri Jumhur saat menjadi pembicara kunci Kongres IV Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI) yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, dimana dia memastikan bahwa setiap perencanaan pembangunan masa kini harus memasukkan indikator ketahanan sosial dan ekologis secara terpadu.

"Saat ini aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dari sisi lingkungannya sudah baik, tapi perlu diperbaiki dari sisi integrasi dan persiapan sosial. Itu harus dipikirkan," kata Menteri Jumhur.

Dia juga menyoroti pentingnya keadilan sosial dalam setiap investasi skala besar.

Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh korporasi atau industri harus berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasional, melalui penciptaan lapangan kerja, transfer pengetahuan, serta pelibatan aktif masyarakat dalam rantai pasok ekonomi lokal.

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026