Mentan Andi Amran mengajak organisasi mahasiswa dan pemuda bersama atasi mafia pangan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak organisasi mahasiswa dan kepemudaan bersatu memerangi mafia pangan terutama kecurangan beras fortifikasi demi menjaga ketahanan pangan nasional dan kepentingan rakyat.

Dalam diskusi yang dilakukan di kediaman Mentan, di Jakarta, Minggu, ia mengajak puluhan perwakilan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan menyatakan sikap terhadap pemberantasan mafia beras fortifikasi.

Di hadapan para peserta, Amran bertanya apakah mereka siap mendukung langkah pemerintah menindak pelaku yang diduga merugikan masyarakat.

"Jadi sudah sepakat (kasus kecurangan beras) fortifikasi kita gebuki ya?" tanya Amran yang langsung disambut jawaban serempak, "Setuju!" dari para peserta.

Amran kembali memastikan dukungan itu dengan bertanya, "Sepakat ya?" yang lagi-lagi dijawab lantang, "Setuju!" Melihat antusiasme tersebut, Amran mengaku semakin bersemangat mempercepat penindakan terhadap mafia beras fortifikasi.

"Tenang saya gebuki. Tadi subuh nyaliku 10, sekarang bertambah 20. Saya percepat itu gebuki," tegas Mentan.

Amran menjelaskan beras fortifikasi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk mencegah stunting, namun justru ditemukan dijual di supermarket dengan harga hingga mencapai Rp42.000 per kilogram.

Amran mempertanyakan kepada peserta apakah praktik tersebut dapat dibenarkan, seraya mengajak mereka bersama-sama membantu pemerintah memberantas pelaku yang diduga mengambil keuntungan besar dari kebutuhan masyarakat miskin. Ia mengungkapkan hasil temuan sementara memperkirakan potensi kerugian konsumen mencapai sekitar Rp71 triliun dan menegaskan penanganan kasus tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto demi melindungi kepentingan rakyat.

Menurut Amran, dugaan beras medium yang dijual sebagai beras fortifikasi dengan harga jauh lebih tinggi telah menghilangkan hak masyarakat memperoleh pangan bergizi dan terjangkau sesuai tujuan program pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyimak pertanyaan peserta dalam dialog interaktif bersama organisasi mahasiswa dan kepemudaan mengenai isu pertanian yang dilaksanakan di kediamannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026). ANTARA/Harianto

Ia meminta para pemuda tidak terpengaruh isu yang mengalihkan perhatian dari substansi persoalan dan mengajak mereka menjadi pelopor penegakan kebenaran dengan mendukung proses hukum terhadap para pelaku.

Amran juga menceritakan berbagai langkah penegakan hukum yang telah dilakukan pemerintah, termasuk penyitaan jutaan hektare kebun sawit bermasalah, sebagai bukti keberanian memberantas praktik yang merugikan negara dan masyarakat.

Ketika Amran bertanya apakah seluruh peserta siap bersama-sama memerangi mafia beras fortifikasi dan mendukung pemidanaan pelakunya, peserta dari berbagai organisasi kepemudaan serempak menjawab setuju dengan penuh semangat.

Amran menegaskan perjuangan tersebut bukan sekadar mengejar pelaku, melainkan memastikan program pangan bergizi benar-benar dinikmati masyarakat miskin, petani kecil, buruh, dan kelompok rentan sesuai tujuan awal pemerintah.

Selain mengajak mengawal pemberantasan mafia pangan, Amran juga membuka kesempatan bagi organisasi kepemudaan untuk mengembangkan sektor perkebunan dengan dukungan pemerintah berupa alat pertanian, benih, dan pendampingan teknis.

Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam dialog itu menjadi awal keterlibatan aktif organisasi kepemudaan mengawasi tata niaga pangan, memperkuat pertanian nasional, serta menjaga kepentingan rakyat bersama pemerintah.

Adapun, Mentan mengundang organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk berdiskusi mengenai isu di sektor pertanian, di antaranya Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Baca juga: Mentan menggandeng Unesa kembangkan benih kedelai guna tekan impor

Selanjutnya Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI), Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKK HIMAGRI), Korps HMI-Wati (KOHATI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Kemudian Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Ikatan Keluarga Alumni BEM Nusantara (IKA BEM Nusantara), Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Rembuk Pemuda, Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SEMA PTKIN), Jaga Pangan Nusantara (JAGATARA), Pelajar Islam Indonesia (PII), Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), serta Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor).

Selain itu, kegiatan tersebut turut dihadiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima PERSIS), serta sejumlah peserta tambahan dari IKA BEM Nusantara, PERMAHI, dan PMII yang tercatat dalam daftar kehadiran.

Pewarta : Muhammad Harianto
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026