Mentan Amran Sulaiman akan Bertemu Komnas Perempuan |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dijadwalkan bertemu dengan Komnas Perempuan di Jakarta pada Kamis, (13/8/2026) besok. Pertemuan ini digelar menyusul polemik terkait permintaan Mentan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar Koordinator Wilayah BGN Surabaya, Tiara Devi, diganti.

Permintaan tersebut sebelumnya disoroti oleh Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, yang menilai pernyataan Mentan Amran menjurus pada stereotip gender.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Karo KLI Kementan), Moch. Arief Cahyono, menjelaskan Mentan Amran telah mengklarifikasi langsung persoalan tersebut kepada Komnas Perempuan begitu isu ini mencuat di media.

“Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear,” ujar Arief.

Ia menambahkan, pertemuan yang akan berlangsung besok bukan dimaksudkan sebagai forum klarifikasi lanjutan, melainkan pertemuan yang lebih bersifat silaturahmi. “Pertemuan besok lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa,” kata dia.

Bermula dari Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya

Usulan pergantian Tiara Devi awalnya disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya Selasa (11/8/2026), yang digelar pasca gelombang demonstrasi peternak di berbagai wilayah Indonesia hari Senin (10/8/2026). Salah satu tuntutan utama para peternak dalam demonstrasi tersebut adalah keengganan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyerap telur langsung dari peternak.

Kepala BGN sudah menyetujui surat permintaan dari Menteri Pertanian agar SPPG meningkatkan serapan telur dari peternak untuk mendongkrak harga telur yang cenderung turun.

Dalam forum tersebut, Tiara diusulkan diganti karena seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang menjadi tanggung jawabnya diketahui belum ada satu pun yang menyerap telur dari peternak.

Namun, usulan Mentan Amran tidak berhenti pada permintaan penggantian jabatan semata. Beberapa saat setelah pernyataan tersebut disampaikan, Mentan Amran mendapat informasi bahwa Tiara tengah dalam kondisi hamil.

Merespons hal itu, Mentan Amran kemudian menawarkan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta, dengan posisi jabatan yang setara atau bahkan lebih tinggi dari jabatannya saat ini, namun dengan beban kerja yang tidak menuntut tantangan fisik dan psikis seberat posisinya sekarang.