Menlu AS Tegaskan Kemitraan 50 Tahun, AS Kucurkan 2,5 Miliar Dolar untuk ASEAN

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan ASEAN tetap menjadi jalur utama keterlibatan Washington di Asia Tenggara. Komitmen itu disertai investasi strategis senilai 2,5 miliar dolar AS untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan kawasan.

Anadolu Agency dikutip Rabu, 22 Juli, menyebut Rubio menyampaikan pernyataan tersebut dalam Konferensi Pascapertemuan Tingkat Menteri ASEAN–AS di Manila, Filipina, Rabu.

“Kami bersama ASEAN 100 persen. ASEAN merupakan mekanisme utama bagi kami untuk terlibat di kawasan ini, dan Anda akan terus melihat komitmen kami pada tingkat tertinggi,” kata Rubio.

Rubio mengatakan kemajuan ASEAN juga menyangkut kepentingan nasional Amerika Serikat. Karena itu, Washington ingin tetap menjadi mitra jangka panjang bagi negara-negara di kawasan.

“Kami berinvestasi karena perkembangan ASEAN juga menjadi kepentingan Amerika Serikat,” ujarnya.

Menurut Rubio, arah abad ke-21 akan banyak ditentukan oleh perkembangan di kawasan ini. Ia juga mengatakan keamanan dan kemakmuran AS serta Asia Tenggara saling berkaitan erat.

BACA JUGA:


Washington ingin terlibat dalam pengembangan ekonomi digital, perluasan sumber energi, dan pembangunan rantai pasok yang lebih aman di ASEAN.

Rubio mengatakan AS ingin menjadi salah satu mitra utama dan paling dipercaya dalam ketiga bidang tersebut.

Selain investasi strategis senilai 2,5 miliar dolar AS, Washington menyiapkan bantuan hampir 130 juta dolar AS untuk kegiatan pembersihan ranjau di negara-negara ASEAN.

Rubio menegaskan AS ingin tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi ASEAN selama 50 tahun ke depan dan seterusnya.

Di sela-sela pertemuan ASEAN, Rubio juga bertemu dengan para menteri luar negeri Australia, India, dan Jepang. Keempat negara tergabung dalam Quad.

Melalui akun X, Rubio mengatakan kerja sama Quad penting untuk mendukung prioritas dan sentralitas ASEAN atau peran utama ASEAN dalam kerja sama kawasan.

Quad beranggotakan Amerika Serikat, India, Australia, dan Jepang. Kelompok itu berfokus pada keamanan, kerja sama ekonomi, serta tatanan berbasis aturan di Indo-Pasifik.

Rubio mengatakan keempat negara memiliki visi yang sama mengenai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, berdasarkan supremasi hukum, kedaulatan, serta keutuhan wilayah.

“Quad tetap menjadi prioritas dan kami akan bertemu kembali pada akhir tahun ini,” katanya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+