Menko Polkam tekankan pentingnya penanganan karhutla di Sumsel

Menko Polkam tekankan pentingnya penanganan karhutla di Sumsel

Jumat, 18 September 2026 18:24 WIB

Image Print

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Jumat. ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Mamaeri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang dengan meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Jumat.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Polkam didampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Menko Polkam menekankan pentingnya strategi penanganan karhutla yang terukur dengan memusatkan kekuatan pada wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Pemetaan titik rawan dan prediksi lokasi kemunculan api menjadi bagian penting agar personel dan sumber daya dapat dikerahkan secara efektif.

Penanganan karhutla juga perlu dilakukan dengan prinsip efisiensi kekuatan melalui pemusatan personel dan peralatan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera.

Strategi tersebut dinilai penting mengingat kebakaran di wilayah sekitar Palembang, khususnya Kabupaten Ogan Ilir berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi pencemaran udara di Kota Palembang.

"Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama aparat dan masyarakat didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap wilayah rawan serta menertibkan aktivitas pembakaran yang melanggar ketentuan," tegasnya.

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni menambahkan, sejumlah wilayah di Indonesia masih menghadapi tingginya titik panas antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

"Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi dengan jumlah titik panas yang tinggi," ungkapnya.

Meskipun demikian, kata dia, tren titik panas menunjukkan penurunan, namun kondisi tersebut tetap memerlukan kewaspadaan karena angka kejadian masih cukup tinggi dan berpotensi berkembang menjadi kebakaran lahan apabila tidak segera diantisipasi.

"Penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi kekuatan darat, operasi water bombing, pemetaan titik panas, serta patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Strategi tersebut diarahkan agar pemadaman tidak hanya berfokus pada titik api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah meluasnya kebakaran," ujarnya.

Sementara, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menjelaskan bahwa berdasarkan data kondisi terkini hingga 17 September 2026, tercatat sebanyak 406 kejadian kebakaran lahan di Kota Palembang dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 254,23 hektare.

Sejumlah kecamatan dengan kejadian kebakaran lahan cukup tinggi meliputi Kertapati sebanyak 64 kejadian, Gandus 60 kejadian, Alang-Alang Lebar 56 kejadian, Ilir Barat I 50 kejadian, dan Sukarami 49 kejadian.

Pada tingkat kelurahan, kejadian tertinggi tercatat di Kelurahan Gandus sebanyak 39 kejadian, Bukit Baru 30 kejadian, dan Sukamulya 28 kejadian.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Polkam perkuat penanganan karhutla di Palembang

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026