Menko PM Apresiasi Seni Lukis sebagai Ruang Pemulihan 200 Anak Terdampak Bencana |Republika Online
Menko PM: Karya seni jadi ruang pemulihan anak terdampak bencana.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi pameran karya seni yang menjadi ruang pemulihan bagi 200 anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman. Pameran lukisan ini dibuka langsung oleh Menko PM di Jakarta pada Selasa (29/9).
Menko Muhaimin Iskandar menilai karya yang dihasilkan anak-anak dari situasi sulit tersebut sangat luar biasa. Ia berharap pameran ini dapat menambah semangat anak-anak untuk terus mengembangkan potensi seni dan menjadi bagian dari kemajuan kreativitas di Indonesia.
Pendekatan Psikososial Pascabencana
Menurut Muhaimin, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya menyasar perbaikan fisik seperti rumah, lingkungan, dan fasilitas umum. Anak-anak juga membutuhkan ruang untuk memproses pengalaman, mengekspresikan perasaan, dan membangun kembali kepercayaan diri setelah menghadapi situasi sulit.
Oleh karena itu, seni lukis dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan efektif dalam pemulihan psikososial anak terdampak bencana. Melalui kegiatan kreatif, anak-anak memiliki ruang yang aman untuk menuangkan cerita dan pengalaman yang terkadang sulit disampaikan melalui kata-kata.
Potensi Ekonomi Kreatif
Muhaimin Iskandar melihat dari ruang pemulihan tersebut tumbuh potensi pemberdayaan yang lebih luas. Ia meyakini kreativitas anak-anak dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga menjadi bekal untuk mengenal dan memasuki ekosistem ekonomi kreatif di masa depan.
Kemenko PM pun memastikan berbagai program kementerian dan lembaga dapat terkoordinasi serta menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dalam konteks itu, ekonomi kreatif perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah karya anak bangsa.
"Ekonomi kreatif kini menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, karya masyarakat perlu mendapatkan ruang apresiasi sekaligus akses agar dapat terus berkembang dan memiliki nilai tambah," kata Muhaimin Iskandar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara