Menko Pangan Dorong Mahasiswa Unpatti Perkuat SDM dan Ketahanan Pangan

matamata.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi melahirkan gagasan serta solusi bagi pembangunan Maluku dan Indonesia.

"Kampus harus menjadi tempat untuk berdiskusi dan mengkritisi kebijakan. Kita belajar cepat karena persoalan bangsa membutuhkan solusi yang cepat," ujar Zulkifli saat memberikan kuliah umum di Aula Rektorat Unpatti, Ambon, Rabu (3/9).

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memahami dan mencari penyelesaian atas berbagai persoalan bangsa. Ia berpesan agar mahasiswa tidak sekadar menerima kebijakan pemerintah, melainkan aktif mempertanyakan akar masalah dan menawarkan alternatif solusi berbasis keilmuan.

"Universitas Pattimura merupakan salah satu kampus terbaik di Indonesia timur. Karena itu, saya berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi untuk persoalan bangsa," tambahnya.

Dalam kuliah umum bertema "Peran Strategis Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional yang Berkelanjutan" itu, Zulkifli turut menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pangan yang berkaitan langsung dengan kehidupan petani, peternak, dan nelayan.

"Itu saudara kita, keluarga kita, bagian dari kita. Kita enggak boleh pura-pura tidak tahu. Petani, nelayan, peternak, mereka adalah bagian dari kita yang harus kita bela," tegasnya.

Ia menilai swasembada pangan merupakan langkah krusial untuk melindungi kesejahteraan produsen pangan dalam negeri dari tekanan produk impor yang membanjiri pasar domestik.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unpatti Ambon Fredy Leiwakabessy menyatakan kesiapan kampusnya untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui pengembangan potensi kelautan dan perikanan.

Fredy mengungkapkan, Unpatti memiliki Marine Station seluas 12 hektare di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang dilengkapi kolam pembenihan, kolam budi daya, keramba jaring apung, cold storage, hingga pabrik es. Namun, fasilitas tersebut saat ini belum berfungsi optimal.

"Semuanya belum berfungsi. Fasilitas itu dapat menjadi basis pengembangan riset, pendidikan, dan produktivitas sektor kelautan dan perikanan apabila didukung penguatan kapasitas dan pembiayaan," jelas Fredy.

Baca Juga: Kuota Beasiswa Arab Saudi Masih Longgar, Pemerintah Dorong Pelajar Indonesia Ambil Peluang Ini

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat membantu mengoptimalkan sarana tersebut sehingga Unpatti mampu melahirkan lulusan berkualitas sekaligus berkontribusi langsung dalam menyelesaikan persoalan pangan di Maluku.

Dengan mengusung pola ilmiah pokok "Bina Mulia Kelautan", Fredy optimistis mahasiswa baru angkatan 2026 dapat dibentuk menjadi SDM kompeten yang siap mengantarkan Indonesia menuju masa depan Indonesia Emas 2045.  (Antara)