Menhub: Abu Vulkanik Krakatau Sebabkan Penumpang Transportasi Laut Turun |Republika Online

Penurunan jumlah penumpang membuat pemerintah untuk sementara tidak menambah kapal.

Rep: M. Nursyamsyi,Rizky Suryarandika,M. Nursyamsyi,Rizky Suryarandika/ Red: Gita Amanda

Gunung Anak Krakatau menyemburkan material vulkanik ke udara setelah erupsi di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada tingkat siaga tertinggi kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau ternyata ikut berpengaruh terhadap jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi laut. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap hingga saat ini jalur laut masih beroperasi, tapi jumlah penumpang mengalami penurunan.

“Sejauh ini jalur laut masih beroperasi. Tadi kami sampaikan bahwa malah sebenarnya ada pengurangan dari jumlah penumpang atau masyarakat yang menggunakan jalur laut,” kata Dudy dalam konferensi pers pada Ahad (6/9/2026) lalu.

Dudy menyebut masyarakat mempertimbangkan kondisi di sekitar wilayah perairan serta faktor keselamatan sebelum memutuskan melakukan perjalanan. Kondisi tersebut membuat sebagian calon penumpang memilih membatalkan perjalanan menggunakan transportasi laut.

“Barangkali masyarakat melihat kondisinya dan mereka mempertimbangkan segala sesuatunya demi keselamatan dan sebagainya. Mereka memutuskan untuk membatalkan perjalanan menuju laut,” ujar Dudy.

Dudy menegaskan pemerintah untuk sementara tidak melakukan penambahan kapal untuk melayani penyeberangan. Hal itu disebabkan jumlah penumpang justru mengalami penurunan dibandingkan dengan rencana harian.

“Kita tidak ada penambahan kapal untuk penyeberangan karena penumpang yang menggunakan penyeberangan itu malah berkurang,” kata Dudy.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Dudy mengungkap jumlah penumpang yang menggunakan layanan penyeberangan saat ini hanya mencapai sekitar 61 persen dari rencana harian penyeberangan. "Yang saya dapat informasi tadi, 61 persen dari rencana harian penyeberangan,” ucap Dudy.